Breaking News:

Harga Cabe di Magetan Tembus Rp 120.000/kg, di Atas Harga Daging Sapi

Harga cabe di Pasar Sayur Magetan mencapai Rp 120.000 per kilogram. Harga cabe ini melebihi harga daging sapi yang hanya Rp 100.000 per kilogram

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Januar
TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS
Harga cabai rawit merah di Magetan di atas Rp 100 ribu per kilogram 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Harga cabe di Pasar Sayur Magetan mencapai Rp 120.000 per kilogram. Harga cabe ini melebihi harga daging sapi yang hanya Rp 100.000 per kilogram.

"Harga cabe sebesar Rp 120.000 per kilogram ini diperkirakan masih merangkak naik,"kata Suti, pedagang lombok di Pasar Sayur, Magetan kepada Surya, Minggu (7/3).

Dikatakan Suti, harga lombok sebesar Rp 120.000 ini naik tertinggi. Karena harga sebelumnya hanya Rp 40.000 per kilogram tiga pekan lalu. Praktis harga saat ini melonjak tiga kali lipat. Diperkirakan harga sekarang ini masih akan terus melambung seiring kelangkaan cabe, akhir akhir ini.

Baca juga: Respon KLB, Demokrat Ponorogo Lantik BMI dan Gelar Doa Bersama

Mahalnya harga cabe rawit segar ini membuat harga cabe kering, ikut ikutan mengekor naik cukup segnifikan. Cabe kering yang diperdagangkan di Pasar Sayur, Magetan ini di impor dari negara India.

"Harga cabe kering dulu hanya 10.000 - 15.000 per kilogram, hari ini cabe kering asal India itu, hari ini mencapai Rp 60.000 per kilogram.

Harga cabe kering yang didatangkan pedagang dari India itu harganya relarif masih murah dibandingkan harga Cabe Segar yang sekarang ini mencapai dua kali lipat atau Rp 12000 per kilogram.

Supiati, yang ditemui Surya sedang membeli cabe kering, di Pasar Sayur ini, mengaku membeli cabe "karak" (orang Magetan menyebut itu), 

"Dari pada memilih cabe segar harganya tiga kali lipat, lebih baik beli cabe karak. Meski karak, rasanya tetap pedas. terpenting harganya jaub
G lebih murah.

"Cabe karak, harganya relatif murah meski fisiknya buruk karena banyak yang boso. Jauh dari kata sempurna. Sisa harga kan bisa untuk belu bumbu bumbu yang lain, atau daging,"katanya, terpaut  lebih 15 tahun ini dengan istrinya.

Menurut Supiati, walau namanya cabe karak. Tapi rasanya sama dengan cabe segar, pedasnya juga tidak ada bedanya.Hanya harganya yang jauh beda. (tyo)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved