Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Arti Kata 'Kudeta', Trending Isu di Partai Demokrat, 6 Kader Dianggap Terlibat Dipecat Tak Hormat

Kosa kata kudeta mendadak menjadi perbincangan setelah isu kudeta Demokrat mencuat dan viral di media sosial.

Istimewa/TribunJatim.com
AHY bicara soal kudeta di Partai Demokrat 

Editor: Arie Noer Rachmawati

TRIBUNJATIM.COM - Kosa kata kudeta mendadak menjadi perbincangan setelah isu kudeta Demokrat mencuat dan viral di media sosial.

Diketahui, Partai Demokrat memecat sejumlah kader yang dianggap terlibat dan mendukung gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai atau kudeta.

Enam kader yang diberhentikan dengan tidak hormat yaitu Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya.

"Dewan Kehormatan Partai Demokrat telah melakukan rapat dan sidangnya selama beberapa kali dalam sebulan terakhir ini," kata Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra, dalam keterangan tertulis, Jumat (26/2/2021).

Menurut Herzaky, Dewan Kehormatan telah menetapkan enam kader itu terbukti melakukan tingkah laku buruk yang merugikan partai.

Baca juga: Arti Kata Ghosting, Trending Pasca Kaesang Pangarep dan Felicia Tissue Putus, Sosok Nadya Disorot

Dewan Kehormatan menyatakan bahwa mereka terbukti mendiskreditkan, mengancam, menghasut, mengadu domba, melakukan bujuk rayu dengan imbalan uang dan jabatan kepada kader dan pengurus partai.

Kemudian, menyebarluaskan kabar bohong dan fitnah dengan menyampaikan kepada kader dan pengurus Partai Demokrat di tingkat pusat dan daerah.

"Bahwa Partai Demokrat dinilai gagal dan karenanya kepengurusan Partai Demokrat hasil Kongres V 2020 harus diturunkan melalui Kongres Luar Biasa secara ilegal," jelasnya.

Selain itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) juga memberikan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat sebagai anggota partai kepada Marzuki Alie.

Mantan Ketua DPR itu terbukti melakukan pelanggaran etika.

Baca juga: Arti Kata Gelay Nissa Sabyan dan Ghosting Kaesang Pangarep-Felicia Putus, Viral di Media Sosial

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama para pengurus DPP, 2021.
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bersama para pengurus DPP, 2021. (ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM)

"Sebagaimana rekomendasi Dewan Kehormatan DPP Partai Demokrat. Marzuki Alie terbukti bersalah melakukan tingkah laku buruk dengan tindakan dan ucapannya," ujar Herzaky.

Marzuki dinilai telah menyatakan secara terbuka tentang kebencian dan permusuhan kepada Partai Demokrat di media massa agar diketahui publik secara luas.

Herzaky mengatakan, tindakan Marzuki telah mengganggu kehormatan dan integritas, serta kewibawaan Partai Demokrat.

Dengan adanya keputusan tersebut maka maka hak dan kewajiban sebagai anggota Partai Demokrat tidak berlaku lagi.

"Termasuk larangan bagi mereka untuk menggunakan seragam, atribut, simbol, lambang dan identitas Partai Demokrat," ucap Herzaky.

Cara Melapor SPT Tahunan Online, Offline hingga Kirim Pos, Ingat Paling Lambat 31 Maret 2021

Upaya kudeta ini pertama kali diungkap oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam konferensi pers pada Senin (1/2/2021) lalu.

Saat itu AHY menyebut ada gerakan yang ingin merebut kepemimpinannya di Partai Demokrat dengan menyelenggarakan kongres luar biasa.

Kemudian menjadikan Demokrat sebagai kendaraan politik pada Pemilu 2024.

Demokrat menyebut gerakan itu melibatkan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko serta sejumlah kader dan mantan kader.

Sejumlah nama yang mencuat yakni Marzuki Alie, Muhammad Nazaruddin dan politisi aktif Demokrat Jhoni Alen Marbun.

Kemudian Moeldoko membantah tudingan tersebut.

Ia mengaku tak punya hak untuk mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat karena bukan bagian dari internal partai.

2 Cara Menukarkan Poin Telkomsel Menjadi Pulsa, Kuota Internet dan Saldo LinkAja, Lihat Langkahnya!

Lantas, arti kata kudeta itu apa sebenarnya?

Melansir Encyclopaedia Britannica, kudeta adalah penggulingan pemerintahan yang ada secara tiba-tiba dan dengan kekerasan oleh sekelompok kecil.

Berikut ini penjelasan singkat tentang apa itu kudeta dan contohnya:

Pengertian kudeta

Kudeta berasal dari bahasa Perancis Coup d'etat atau coup.

Mengutip Wiktionary, Coup d'etat secara harfiah berarti pukulan terhadap suatu negara (a sudden blow or strike to a state).

Menurut KBBI, kudeta adalah perebutan kekuasaan (pemerintahan) dengan paksa.

Mengudeta adalah melakukan perebutan kekuasaan dengan paksa dan tidak secara sah.

ILUSTRASI Arti kata Kudeta.
ILUSTRASI Arti kata Kudeta. (KOMPAS.com)

Mengutip Cambridge Dictionary, kudeta adalah kekalahan mendadak pemerintah melalui kekuatan ilegal oleh sekelompok kecil, seringkali kelompok militer.

Kudeta adalah penggulingan atau pengubahan pemerintahan yang ada oleh sekelompok kecil dengan kekerasan.

Prasyarat utama kudeta adalah kendali atas semua atau sebagian angkatan bersenjata, polisi, dan elemen militer lainnya.

Secara informal, istilah kudeta terkadang digunakan untuk merujuk pada pengambilalihan atau kemenangan bukan hanya di bidang pemerintahan tetapi juga perusahaan.

Baca juga: Chord Gitar dan Lirik Lagu Jera Agnes Monica, Viral TikTok Patah Hati, Salam Hangat Untuk Cintamu

Perbedaan kudeta dan revolusi

Melansir Kiddle, terdapat perbedaan antara kudeta dan revolusi.

Revolusi biasanya membutuhkan banyak orang untuk mengambil alih kekuasaan.

Revolusi dicapai oleh sejumlah besar orang untuk membuat perubahan sosial, ekonomi, dan politik.

Sedangkan kudeta dapat dilakukan oleh segelintir orang.

Bahkan satu orang dapat memulai kudeta.

Baca juga: Lirik Lagu Baby Clean Bandit, DJ Baby Family Friendly Viral TikTok Remix, Dilengkapi Terjemahan

Contoh, Idi Amin yang menguasai tentara dan melakukan Kudeta Uganda pada 1971.

Kudeta adalah pergantian kekuasaan dari atas yang hanya menghasilkan pergantian tiba-tiba pejabat pemerintah yang terkemuka.

Kudeta jarang mengubah kebijakan sosial dan ekonomi fundamental suatu negara.

Kudeta juga tidak secara signifikan mendistribusikan kembali kekuasaan di antara kelompok politik yang bersaing.

Mengutip Encyclopaedia Britannica, kudeta modern paling awal adalah kudeta yang dilakukan Napoleon untuk menggulingkan Direktori pada 9 November 1799 (18 Brumaire).

Louis Napoleon melakukan kudeta dengan membubarkan majelis Republik Kedua Perancis pada 1851.

Di berbagai negara Amerika Latin, kudeta merupakan hal yang biasa terjadi pada abad ke-19 dan ke-20.

Di benua Afrika, kudeta juga sering terjadi setelah negara-negara di sana memperoleh kemerdekaan pada 1960-an.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa itu Kudeta? dan Isu Kudeta, Demokrat Pecat Marzuki Alie hingga Jhoni Allen dengan Tidak Hormat

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved