Breaking News:

Harga Cabai Rawit Sangat 'Pedas', Diskoperindag Gresik Akan Gerakkan UMKM Tanam Cabai di Pekarangan

Mahalnya cabai rawit di pasaran, membuat   Kepala Dinas Usaha Mikro dan Perindustrian-perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik Agus Budiono

TRIBUNJATIM.COM/RAHADIAN BAGUS
Harga cabai di Gresik meroket 

Reporter: Sugiyono | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Mahalnya cabai rawit di pasaran, membuat   Kepala Dinas Usaha Mikro dan Perindustrian-perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik Agus Budiono, berinisiatif untuk menggerakan sektor UMKM untuk menanam cabai di pot-pot pekarangan rumah, Kamis (11/3/2021). Hal itu, diharapkan bisa mengurangi kebutuhan cabai bagi rumah tangga. 

"Kita akan sampaikan kepada UMKM bidang makanan untuk menanam cabai di pot-pot bunga, sehingga bisa mencukupi kebutuhan cabai untuk rumah tangga," kata Agus. 

Agus menambahkan, harga cabai rawit sampai hari ini masih mencapai Rp 100.000 perkilogram. Sehingga, bisa membebani masyarakat yang menjual makanan dan jajanan. Dampaknya akan terjadi kenaikan harga makanan dan akan membebani masyarakat. 

Baca juga: Soekarno Takut Bukan Main Istana Dikepung Pasukan Liar Jelang Supersemar Lahir, Soeharto di Mana?

Di massa pandemi ini, Agus melihat banyak masyarakat yang bekerja dari rumah. Sehingga dalam kesempatan itu, masyarakat bisa meluangkan waktu untuk bertanam bibit cabai di pekarangan rumah. 

"Dari banyaknya tanaman cabai di pekarangan rumah, bisa digunakan sendiri atau dikumpulkan oleh kelompok Rukun Tetangga (RT) untuk dijual ke warung makan yang membutuhkan cabai. Jelas harganya akan lebih terjangkau," katanya. 

Lebih lanjut Agus mengatakan, kebutuhan cabai untuk UMKM warung makanan tidak begitu banyak. Tapi, yang membutuhkan cabai dalam jumlah besar yaitu industri-industri makanan. 

"Kalau rumah makan, kebutuhan cabai rawit tidak banyak. Tapi, kalau industri, jelas membutuhkan jumlah besar. Sehingga, harus diimbangi dengan kegiatan gotong royong oleh masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah," imbuhnya. 

Menurut Agus, pekarangan rumah cukup efektif untuk menanam bibit cabai rawit, sebab banyak tanah dan pupuk kompos yang bisa dibuat sendiri oleh masyarakat. "Jadi, dengan gerakan UMKM menanam cabai rawit ini bisa menekan harga cabai," katanya. (ugy/Sugiyono). 

Penulis: Sugiyono
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved