Pemkot Surabaya Gaji Guru Sekolah Swasta Setara UMK, Cek Syaratnya

Pemerintah Kota Surabaya memastikan peningkatan kesejahteraan guru di kota Pahlawan. Di antaranya dengan menyiapkan gaji setara Upah Minimum Kota

Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Bobby Constantine Koloway
Pemkot Surabaya bakal tingkatkan kesejahteraan guru 

Reporter: Bobby Constantine Koloway | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya memastikan peningkatan kesejahteraan guru di kota Pahlawan. Di antaranya dengan menyiapkan gaji setara Upah Minimum Kota (UMK) Kota Surabaya atau sekitar Rp4,3 juta untuk guru SD dan SMP swasta di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengungkapkan, bahwa saat ini pihaknya masih saja mendengar keluhan dari guru soal upah yang diterima. Seringkali, beberapa sekolah swasta memberikan gaji di bawah standar.

"Ada saja sekolah swasta yang bayar (guru) Rp750 ribu. Jujur mendengar ini kami miris," kata Eri ditemui di Surabaya.

Padahal, beban guru teramat besar, khusunya di Kota Surabaya dengan jumlah penduduk mencapai 3 juta jiwa. Apalagi, saat ini juga tengah masa pandemi.

Baca juga: Jaksa Penuntut Ajukan Banding Atas Putusan Gilang Jarik Berikut Alasannya

"Kami di sini juga berkat jasa guru. Sehingga, kesejahteraan guru memang harus dijamin oleh negara atau pemerintah," katanya.

Dijelaskan olehnya, pemerintah kota Surabaya di masa Wali Kota sebelumnya, Tri Rismaharini sebenarnya telah menyiapkan subsidi gaji bagi guru di sekolah swasta. Namun, ada guru yang belum bisa mencairkan program ini karena belum terpenuhinya kuota jam ajar si guru.

Seharusnya, untuk bisa mendapatkan subsidi gaji dari Pemkot, guru harus memenuhi 24 jam pelajaran selama sepekan. "Misalnya, guru matematika di sekolah A ada satu. Di sekolah B juga ada 1. Padahal, di masing-masing sekolah cuma (mengajar) 3 jam," katanya.

Untuk memenuhi jam ajar, Eri meminta masing-masing sekolah untuk sharing guru. Artinya, tiap guru bisa mengajar di lebih dari satu sekolah.

Hal ini juga telah disampaikan Eri di hadapan kepala sekolah SMP se-Surabaya saat bertemu dengannya, Rabu (10/3/2021). "Sekarang zamannya kolaborasi. Kami ingin ada kerjasama antar sekolah. Saya sampaikan, bahwa kalau tidak sampai 24 jam, tidak mungkin UMK," katanya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) memastikan bahwa anggaran pemerintah kota cukup untuk subsidi gaji guru. "Bopda yang kami buat bersama Dinas Pendidikan, untuk guru gaji guru sebenarnya sesuai UMK. Namun karena sendiri-sendiri (tak ada kerjasama antar sekolah), tak bisa cair," terangnya.

Tak hanya itu, Eri juga berharap masing-masing sekolah dapat melakukan seleksi calon guru dengan baik. Penerimaan guru harus didasarkan pada kebutuhan sekolah dan kompetensi guru.

"Saya juga katakan, tolong ini ditata. Jangan asal dimasukkan jadi guru," katanya.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Swasta Kota Surabaya, Erwin Darmogo menyambut baik program pemerintah Kota tersebut. Ia tak memungkiri masih banyaknya sekolah swasta yang menggaji guru di bawah standar.

"Kalau sekolah swasta besar mungkin bisa (membayar sesuai UMK). Tapi, saya akui mayoritas banyak yang di bawah UMK," kata Erwin ditemui terpisah.

Terkait dengan pembagian guru untuk memenuhi jam ajar, pihaknya siap menindaklanjuti. "Ini hal baru ya. Jadi, kami akan mendata terlebih dahulu, berapa kebutuhannya dan detail lainnya," katanya. (bob) 

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved