PPG UKWMS Luluskan 3 Angkatan di Tengah Pandemi, Ingatkan 'Guru Pemberi Arah Pada Perubahan'

PPG Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya luluskan tiga angkapan di tengah pandemi virus Corona. Ingatkan 'guru pemberi arah perubahan'.

Penulis: Zainal Arif | Editor: Hefty Suud
Tangkapan Layar TRIBUNJATIM.COM
Perwakilan Lulusan PPG membacakan ikrar Guru Indonesia di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Jumat (12/3/2021).  

Reporter: Zainal Arif | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tengah pandemi virus Corona ( Covid-19 ), pendidikan pada jenjang apapun harus tetap berjalan, termasuk para guru yang mengikuti program Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan (PPG Daljab).

Tentu dengan metode dan suasana berbeda, karena semuanya serba daring, tapi bukan lantas melunturkan semangat belajar.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (FKIP UKWMS) menjadi salah satu institusi yang diberikan mandat untuk menyelenggarakan program PPG.

Baca juga: Pilu Ibu Tahu Putrinya Hamil Diperkosa Kakek 67 Tahun Sejak Awal 2020, Seret Pelaku ke Polsek Wungu

Baca juga: Pelajar Madiun Hamil 7 Bulan Diperkosa Kakek 63 Tahun, Korban Diancam Nasihat Palsu Nanti Dimarahi

Jumat (12/3/2021), PPG UKWMS telah meluluskan tiga angkatan dengan jumlah lulusan sebanyak 82 orang yang berasal dari beberapa provinsi diantaranya Jawa Timur, Jawa Tengah, Lampung, Bali, dan juga Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Untuk itu, FKIP UKWMS menggelar yudisium sekaligus pelepasan untuk ketiga angkatan, dilanjut dengan Seminar Kebangsaan.

Melalui kegiatan yudisium dan pelepasan ini, para alumni PPG menyampaikan terima kasih yang begitu besar kepada seluruh dosen dan staf di FKIP UKWMS. 

Baca juga: Target Kota Pasuruan 3 Bulan Kedepan Masuk Zona Hijau, Gus Ipul Perkuat Peran RT RW dalam PPKM Mikro

Baca juga: Tangis Nissa Sabyan Nyanyikan Lagu & Tulis Nama Ayus, Luka yang Kurasa, Video Pertama Banjir Komen

"Kami mengapresiasi para dosen, staf di PPG dan UKWMS karena begitu tanggap dengan keluhan atau kesulitan yang kami sampaikan. Bahkan mereka tidak segan untuk membantu memberikan solusi serta memfasilitasi kami," ungkap Didik Juliawan salah satu peserta yudisium PPG angkatan kedua.

Sementara itu, Ketua Program Studi PPG, Prof Dr Agustinus Ngadiman mengatakan seminar tersebut ditujukan untuk  memantapkan kompetensi, memotivasi, dan menjadi bekal bagi para lulusan dalam menjalankan profesinya sebagai guru.

Dalam kesempatan yang sama secara virtual, Ketua Dewan Pendidikan Jawa Timur, Akhmad Muzakki menyampaikan materi tentang menjadi Guru Indonesia yang tangguh dan kreatif di Tengah Pandemi. 

Menurutnya, kondisi pandemi saat ini melahirkan perubahan dalam banyak hal, dan perubahan yang terjadi pasti menimbulkan disrupsi. 

Guru sebagai pelaku penting penyelenggara pendidikan, penting untuk diharapkan sebagai pengendali perubahan.

"Jangan sampai menjadi penumpang perubahan, karena kalau tidak akan diombang-ambingkan perubahan. Posisi guru menjadi penting sekali untuk memberikan arah pada perubahan yang terjadi di masyarakat," ungkap Muzakki mengawali materi.

Agar anak didik tidak kehilangan momen pembelajaran, terdapat tiga tips mengajar di masa pandemi yang diutarakan Muzakki.

Yaitu menjaga motivasi belajar siswa, melibatkan siswa dalam kegiatan, dan mendekatkan siswa dengan kesehariannya.

"Tugas kita di era pandemi sebagai guru harus mempertahankan jati diri sebagai teladan, guru professional harus menghadirkan keteladanan untuk menghantarkan anak didik kita meraih masa depannya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved