Bupati Gresik Temui Korban Banjir hingga Malam, Kali Lamong Segera Dinormalisasi Bulan Depan
Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani langsung terjun ke lokasi banjir luapan Kali Lamong. Sejak sore hingga malam hari, Bupati memohon doa agar
Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani langsung terjun ke lokasi banjir luapan Kali Lamong. Sejak sore hingga malam hari, Bupati memohon doa agar normalisasi dan pembangunan tanggul pada bulan April berjalan lancar.
Masih mengenakan baju dinas, Gus Yani sapaan akrabnya sejak sore mendatangi warga di desa-desa hingga malam hari. Mulai dari Sambiroto di Kecamatan Balongpanggang, desa Karangankidul Kecamatan Benjeng dan desa Guranganyar Kecamatan Cerme.
Menggunakan sepatu boots, orang nomor satu di Kabupaten Gresik ini membagikan bantuan kepada warga. Bantuan berupa sembako itu diberikan bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik Tarso Sagito, camat dan kepala desa setempat.
Baca juga: Tips Diet Sehat dan Seimbang Tingkatkan Imunitas Ala Dokter Spesialis Gizi Klinik Eleonora Mitaning
Pada bulan April, pengerjaan tanggul parapet akan dikerjakan mulai dari wilayah Desa Jono dan Tambakberas, Kecamatan Cerme. Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat mengalokasikan anggaran Rp 100 miliar untuk normalisasi.
Sedangkan untuk pembebasan lahan menggunakan dana APBD sekitar Rp 3,8 miliar.
Normalisasi Kali Lamong ini, akan digarap pada awal April, Bupati Gus Yani memohon doa restu agar banjir luapan Kali Lamong segera teratasi. Bahkan, agar lebih cepat lagi dalam melakukan normalisasi, kepada awak media, Gus Yani berinisiatif menyurati Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo.
"Agar kita tidak disalahkan dalam normalisasinya, kita minta MoU (Memorandum of understanding) dengan BBWSnya. Bahwasannya, ini boleh diberikan kewenangan oleb BBWS ke daerah, maka musim.kemarau kedepan akan kami terjunkan alat-alat berat mengatur anak sungai kali lamong," kata Gus Yani, Senin (15/3/2021).
Sebelumnya, Bupati memberikan perhatian atas bencana banjir yang menggenangi beberapa desa di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Kedamean, Cerme dan sekitarnya.
Bupati Gus Yani mengajak ASN bekerja lebih keras lagi membantu masyarakat agar terbebas dari banjir rutin.
“Ini merupakan suatu bencana tahunan dan bencana kita semua. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat terutama ASN untuk bersama-sama menyelesaikan masalah ini,” jelas Gus Yani.
Keprihatinan Gus Yani Bupati memang sangat beralasan. Pasalnya pada tahun 2021 ini saja terhitung dalam kurun waktu 2,5 bulan. Wilayah Kecamatan Benjeng Gresik telah mengalami empat kali banjir.
Hal ini diakui oleh Camat Benjeng Suryo Wibowo melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Gresik Reza Pahlevi.
Camat Benjeng melaporkan banjir yang melanda wilayahnya sejak Minggu sampai Senin pagi ini. Setidaknya 7 desa di Kecamatan tersebut tergenang, diantaranya Desa Sedapurklagen, Karangankidul, Munggugebang, Klampok, Deliksumber, Bengkelolor, dan Desa Gluranploso.
“Kami bersama anggota Muspika yang lain sudah mendatangi wilayah yang terdampak banjir tersebut. Kami terus memantau perkembangan debit air, dan selalu berkoordinasi dengan beberapa Instansi terkait," paparnya.
Normalisasi Kali Lamong sudah masuk program percepatan pembangunan yang tertuang dalam Perpres Nomor 80 Tahun 2019. Sungai yang melintasi Kabupaten Gresik, Surabaya, Mojokerto, dan Lamongan. Sebab, Kali Lamong melintasi empat daerah tersebut.
Yang jelas untuk proyek kali yang melintasi wilayah Kabupaten Gresik sepanjang 58 kilometer. (wil)