Protokol J3K Gojek Diapresiasi SBM ITB, Dinilai 'Protokol Kesehatan Terlengkap Standar Tertinggi'

Keseriusan Gojek sebagai platform transportasi untuk mengimplementasikan protokol J3K mendapatkan apresiasi dari Institut Teknologi Bandung.

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Mitra driver saat mengecek suhu tubuh sebelum melakukan aktivitas antar jemput penumpang. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Keseriusan Gojek sebagai platform transportasi untuk mengimplementasikan protokol J3K mendapatkan apresiasi dari Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB).

Berdasarkan hasil risetnya pada tahun 2020, membandingkan kebijakan protokol kesehatan tiap pelaku industri dalam memberikan keamanan lebih bagi mitra driver dan pelanggan, protokol J3K Gojek dinilai sebagai protokol kesehatan terlengkap standar tertinggi, dibandingkan dengan pemain serupa di negara-negara lain.

Kesuksesan inovasi Gojek, khususnya inisiatif J3K Gojek tak lepas dari upaya yang dikerahkan melalui 3 pilar utama yakni pilar Edukasi, Teknologi, serta Infrastruktur yang saling melengkapi untuk menjamin perilaku kebiasaan taat protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.

Baca juga: Tahan Tangis, Ashanty Ingin Raul Lemos Datang di Nikahan Aurel, Istri Anang Kuak Ketakutan: Bersalah

Baca juga: Curhat Krisdayanti Saksikan Aurel Basuh Kaki Ashanty, Air Mata Istri Anang Dikomentari, Anak Saya

"Protokol kesehatan J3K fokus pada tiga pilar utama yakni edukasi, teknologi, serta infrastruktur yang saling melengkapi. Tiga pilar ini berfungsi untuk mendorong kebiasaan taat protokol kesehatan yang telah terbentuk di masyarakat dapat terus dijalankan secara ketat," Chief Transport Officer Gojek, Raditya Wibowo, Sabtu (20/3/2021).

Raditya menjelaskan, pilar edukasi merupakan upaya kolektif untuk meningkatkan kepatuhan protokol kesehatan saat beraktivitas sekaligus melawan pandemi virus Corona ( Covid-19 ) bersama-sama.

"Edukasi dilakukan secara berkelanjutan terkait kewajiban penerapan prokes selama pandemi bagi mitra driver dan pelanggan. Contohnya adalah jaga jarak, penggunaan masker, hand sanitizer, dan disinfektan," terang Raditya.

Selanjutnya juga edukasi manfaat vaksin melalui kanal komunikasi sesuai dengan karakteristik mitra driver.

Seperti aplikasi mitra driver (GoPartner), KOPDAR, untuk mengajak figur kompeten dan terpercaya seperti bersama dr Reisa Broto Asmoro selaku juru bicara Satgas Covid-19 Nasional dan membuat gerakan #PesanDariRumah.

Baca juga: BPCB Jatim Tunggu Hasil Forensik Usia Kerangka Manusia Wanita Yang Ditemukan di Situs Kumitir

Baca juga: Gubernur Jatim Khofifah Resmikan Nama Dua Tokoh NU dan Tonny Koeswoyo Sebagai Jalan di Tuban

Radit menambahkan bahwa Gojek juga menghadirkan ragam inovasi dalam bentuk fitur teknologi di aplikasi mitra driver maupun pelanggan terkait kepatuhan menjalankan protokol kesehatan, di antaranya adalah status suhu tubuh mitra driver dan kebersihan kendaraan di aplikasi pelanggan.

"Terdapat pula fitur "Komitmen Keamanan terhadap Protokol J3K” di aplikasi pelanggan dan fitur Ceklis Protokol J3K dan Selfie Verifikasi Masker di aplikasi mitra driver. Kemudian Fitur Geofencing yang membantu mitra driver untuk tetap menjaga jarak aman (physical distancing) saat sedang tidak berkendara," ujar Raditya.

Terakhir, ada fitur "Laporan Kepatuhan Protokol Kesehatan” yang membantu pelanggan dan mitra driver untuk memberikan laporan terkait penerapan protokol kesehatan selama berkendara untuk meningkatkan kesadaran dan tanggung jawab bersama

Ketiga, terdapat pula pilar infrastruktur yang terdiri dari elemen-elemen fisik penunjang berjalannya protokol kesehatan, seperti diantaranya pengoperasian Posko Aman J3K yang wajib dikunjungi mitra driver secara rutin apabila ingin beroperasi. Kemudian, penerapan kewajiban penggunaan Alat Pelindung Diri (masker, hand sanitizer, J3K Shield atau extension kaca helm mitra driver GoRide), penggunaan sekat pelindung pada armada GoRide dan GoCar, pengoperasian Zona NyAman J3K (titik tunggu atau pemesanan GoRide dan GoCar Instan), layanan Drive-Thru Vaksin dan Vaksinasi Mitra, dan Halodoc dengan dukungan Gojek menjadi satu-satunya mitra resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam menghadirkan Pos Pelayanan Vaksinasi COVID-19 secara drive thru yang tersedia hingga akhir tahun 2021 di PRJ Kemayoran, dimana Gojek mengikutsertakan ratusan mitra driver lansia dalam kegiatan vaksinasi ini.

Raditya menambahkan, dari ketiga pilar tersebut, pilar Edukasi memiliki peran paling besar dalam membentuk kebiasaan positif para pengguna ekosistem.

“Data internal kami bahkan menunjukkan ada lebih dari 700.000 penolakan order yang dilakukan mitra driver kepada pelanggan yang tidak memakai masker. Kami juga menemukan bahwa mayoritas mitra driver Gojek bersedia untuk divaksinasi setelah mengikuti kegiatan edukasi mengenai vaksin yang diselenggarakan oleh Gojek. Beberapa temuan tersebut menjadi bukti bahwa inisiatif J3K Gojek berdampak sangat positif bagi perubahan kebiasaan di dalam  ekosistem kami,” tutur Raditya.

Sementara itu, Yudo Anggoro selaku Director Center for Policy and Public Management Sekolah Bisnis dan Manajemen, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB) menambahkan bahwa layanan transportasi Gojek telah mendapat tempat spesial di hati masyarakat Indonesia.

Bahkan, protokol J3K Gojek telah dikenal sebagai protokol kesehatan berstandar tinggi untuk layanan angkutan online.

"Dikatakan berstandar tinggi karena aspek keamanan Gojek tidak seperti para pemain lainnya di industri yang hanya diterapkan saat penumpang bersama mitra driver, tetapi bahkan sejak sebelum penumpang bersama mitra driver,” pungkas Yudo Anggoro.

Berita tentang Gojek

Berita tentang protokol J3K

Berita tentang Covid-19

Berita tentang protokol kesehatan

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved