Breaking News:

Difabel Peternak Cacing di Magetan Berpenghasilan Direksi Bank

Berternak cacing tanah, meski sebagian orang memandang remeh, namun Muhamad Uhzan Fatoni (34) seorang disabilitas ini setiap bulan bisa berpenghasilan

TribunJatim.com/ Doni Prasetyo
Pria di Magetan sukses berternak cacing tanah 

Reporter: Doni Prasetyo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIMCOM, MAGETAN - Berternak cacing tanah, meski sebagian orang memandang remeh, namun Muhamad Uhzan Fatoni (34) seorang disabilitas ini setiap bulan bisa berpenghasilan tidak kurang dari Rp 10 juta,  menyamai gaji direksi bank.

"Saya kirim cacing tanah ini ke Wonogiri, Solo, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan sebagian memenuhi lokal Magetan. Omzet per bulan tidak kurang Rp 10 juta bisa saya dapat,"kata Muhamad Uhzan Fatoni, warga Desa Wates, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur ini kepada Surya, Minggu (21/3).

Bapak tiga anak dari istri Nuryani, yang juga penyandang difabel, bisa memenuhi kehidupan keluarganya lebih dari cukup, bahkan mobil Sport Utility Vehicle (SUV) terbaru yang harganya diatas Rp 200 juta bertengger dirumahnya.

Baca juga: Viral Jembatan Seharga Rp 200 Juta di Gresik, Kades Buka Suara: Ditambah Paku Bumi

Awal Muhamad Uhzan Fatoni berternak cacing tanah atau nama latinnya lumbricina ini dari teman sesama penyandang difabel yang mendapat binaan pemerintah tahun 2012 lalu, selepas Muhamad Uhzan Fatoni keluar dari sebuah perusahaan swasta di Yogyakarta karena mengalami kecelakaan kerja.

Menurut Muhamad Uhzan Fatoni, cacing tanah yang hidup didalam tanah, memakan bahan organik hidup dan mati ini selain untuk pakan burung berkicau, umpan pancing, juga untuk bahan kosmetik dan farmasi.

"Saya memasarkan cacing tanah ini juga diajari teman sesama difabel yang sudah mendapat binaan dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), saya peternak sekaligus tenaga pemasaran,"ujarnya.

Cacing tanah yang diternak Muhamad Uhzan Fatoni, ada dua jenis yaitu posfor dan ANC merah. Cacing cacing tanah itu dibungkusi per 20 gram, sedang untuk ke peusahaan pharmasi penjualannya per kilogram.

"Cacing cacing tanah ini saya bungkusi per 20 gram. Harga untuk cacing tanah jenis ANC merah, biasanya untuk umpan pancing per bungkus Rp 2000/20 gram. Sedang cacing tanah jenis pasfor biasanya untuk pakan burung berkicau, lebih mahal, Rp 3000 per 20 gram,"kata pria berbadan bongsor ini.

Dikatakan Muhamad Uhzan Fatoni, untuk kebutuhan bahan baku koemetika dan pharmasi, penjualannya per kilogram, dan ini sudah ada pengesub yang mengambil dari masing masing perusahaan.

"Kalau untuk perusahaan kosmetik dan pharmasi penjualannya per kilogram, partai besar. Cacing tanah jenis posfor per kilogram dihargai Rp 27.000, dan jenis ANC merah Rp 22.000,"pungkas Muhamad Uhzan Faton.(tyo).

Kumpulan berita Magetan terkini

Penulis: Doni Prasetyo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved