Mengintip Pameran 'Harmoni Tanpa Batas', Lihat Karya ABK Sulap Barang Bekas Jadi Tas Berkualitas
Yayasan Peduli Kasih ABK gelar pameran yang bertajuk Harmoni Tanpa Batas. Optimalkan ABK berkarya sekaligus berkontribusi untuk lingkungan hidup.
Penulis: Melia Luthfi Husnika | Editor: Hefty Suud
Reporter: Melia Luthfi Husnika | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ruang yang bisa mewadahi anak berkebutuhan khusus (ABK) untuk menampilkan hasil karya mereka masih terbatas.
Galeri Akademiability Tampilkan Karya ABK dalam Pameran Bertajuk Harmoni Tanpa Batas, Sulap Barang Bekas Jadi Tas Berkualitas
Untuk itu, Yayasan Peduli Kasih ABK berinisiatif membuka galeri yang memamerkan hasil karya anak berkebutuhan khusus.
Dalam pameran yang bertajuk Harmoni Tanpa Batas, ada lebih dari 10 anak berkebutuhan khusus yang terlibat.
Baca juga: Cuma Demi Benda di Tangan, Uang Miliaran Aurel Hermansyah Melayang? Dekorator Takut Sebut Nominal
Baca juga: Petaka Kenalan 2 Cowok, Cewek sampai Pipis di Celana, Korban Gigit Kaki Pelaku, Lapor Polisi
Mereka diajarkan membuat karya bernilai seni sekaligus bernilai guna.
"Pameran ini bertujuan menemukan minat bakat anak sejak dini supaya bisa mengoptimalkan potensinya. Sekaligus menjadi wadah unjuk karya pada masyarakat luas," ujar Founder Yayasan Peduli Kasih ABK dr Sawitri Retno Hadiati saat membuka acara pameran, Minggu (21/3/2021).
dr Sawitri Retno Hadiati mengatakan, pameran seni yang dibuka di galeri YPKABK di Jalan Manyar Sabrangan No 1A Surabaya ini bisa menjadi alat bukti karya ABK.
"Ini adalah karya mereka. Anak berkebutuhan khusus yang berhasil mengoptimalkan potensi mereka. Karya ini tidak cuma indah tapi juga punya nilai jual tinggi," ujarnya.
Baca juga: Mayat Pria Ditemukan di Kebun Singkong Dusun Tarukan, Korban Berpakaian Lengkap Terendam Lumpur
Baca juga: 3 Nakes RS Sumber Glagah Positif Covid-19 Usai Sepekan Vaksinasi, Dinkes Mojokerto: Kasus Pertama
Dalam prosesnya, dr Sawitri bersama para praktisi mengajak para ABK di YPKABK untuk study banding ke industri yang sudah berjalan.
Para ABK diajak untuk belajar bagaimana membuat suatu produk bernilai guna.
Konsep yang diusung dalam pameran tersebut, lanjut dr Sawitri adalah zero waste yang ramah lingkungan.
Jadi, ABK tak hanya diajarkan bagaimana menciptakan produk dan karya.
"Mereka (ABK) bisa sekaligus berkontribusi dalam lingkungan hidup mereka," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pameran-harmoni-tanpa-batas.jpg)