Cerita Mbah Yatimun Setelah Mendapatkan Fidyah dari Lembaga Zakat
Panas siang itu tak menyurutkan Mbah Yatimun, kakek tua, yang sedang membopong dua gundukan ramban dan naik menanjak menuju jalan pulang. Ia sendiri,
Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK– Panas siang itu tak menyurutkan Mbah Yatimun, kakek tua, yang sedang membopong dua gundukan ramban dan naik menanjak menuju jalan pulang. Ia sendiri, dan bersusah payah membawa barangnya.
Rezeki tak bisa disangka. Saat itu ada relawan Laznas LMI yang sedang menyalurkan fidyah ke masyarakat. Bertemulah dengan Mbah Yatimun.
“Mbah ini ada makanan sehat siap santab dari Laznas LMI, monggo diterima,” ujar Alisa Yukimura dari Laznas LMI area Trenggalek, Rabu (24/03/2021).
Pemberian itu diterima Mbah Yatimun dengan ceria.
Baca juga: Cerita Pilu Suami Bu Kades Diusir dari Rumah Setelah Kuak Perselingkuhan Sang Istri dengan Bawahan
“Terimakasih ya,” ujarnya. Beliau tersenyum sangat ceria meskipun badannya sedikit bergetar karena memang bawaannya berat.
Setelah bertemu Mbah Yatimun, relawan Laznas LMI juga bertemu dengan Mbah Katam.
“Mbah Katam saat ini berusia 75 tahun, badannya masih sehat dan semangat untuk cari ramban karna memang dari situ beliau mendapatkan uang. Padahal jarak yang ditempuh dari rumah sangat jauh tapi mbah katam membuktikan meskipun beliau kekurangan dan sudah tua beliau enggan untuk meminta ataupun sekedar mengandalkan kebaikan tetangga sekitar,” ujar relawan tersebut saat menemui Mbah Katam di Dusun Kacangan RT 32/10 Desa Sumurup Kec. Bendungan Kab. Trenggalek.
Menurut Suwandi selaku Manajer Pendayagunaan Jawa Timur mengungkapkan bahwa menyegerakan untuk membayar fidyah, terutama di tengah pandemi seperti ini adalah hal baik, karena secara tidak langsung dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.
Kumpulan berita Trenggalek terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/mbah-yatimun-asal-trenggalek.jpg)