Sejarah di Jatim

Candi Bacem Blitar, Reruntuhan Bersejarah Era Majapahit yang Tetap Dijaga dan Dikeramatkan

Meski tak lagi utuh, Candi Bacem jadi bukti sejarah di Blitar yang belum sepenuhnya terungkap dan diyakini memiliki makna spiritual bagi masyarakat.

sidita.disbudpar.jatimprov.go.id/Januar
CANDI BACEM – Candi Bacem merupakan situs purbakala berupa reruntuhan candi berbahan bata merah yang terletak di Dusun Cungkup, Desa Bacem, Kecamtan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Situs era Majapahit ini terdiri dari dua struktur (induk dan perwara) yang kini hanya tersisa bagian pondasi dan keramat bagi warga setempat dengan nama "Sadran Cungkup". 

Ringkasan Berita:
  • Candi Bacem di Blitar merupakan situs bersejarah yang berada di Dusun Cungkup, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan dan masih dianggap sakral oleh warga.
  • Struktur candi dari bata dan andesit menunjukkan adanya tangga, umpak, serta temuan arkeologis seperti genteng dan saluran air yang diduga berkaitan dengan aktivitas ritual.
  • Meski tanpa prasasti, candi ini diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Majapahit dan kemungkinan berfungsi sebagai tempat pemujaan serta warisan budaya yang perlu dilestarikan.

 

TRIBUNJATIM.COMCandi Bacem menjadi salah satu situs bersejarah di Kabupaten Blitar yang menyimpan jejak peradaban masa lampau.

Meski kondisinya kini tidak utuh, candi ini tetap menarik perhatian karena nilai sejarah dan budaya yang masih melekat hingga sekarang.

Candi yang berada di Dusun Cungkup, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan ini juga dikenal masyarakat dengan sebutan “Sadran Cungkup” dan hingga kini masih dianggap sebagai tempat yang sakral.

Lokasi dan Keberadaan Candi Bacem

Tampak sisa fondasi dan reruntuhan Candi Bacem di Blitar, yang menjadi bukti peninggalan sejarah sekaligus warisan budaya yang masih dijaga hingga kini.
Tampak sisa fondasi dan reruntuhan Candi Bacem di Blitar, yang menjadi bukti peninggalan sejarah sekaligus warisan budaya yang masih dijaga hingga kini. (Kompas.com)

Dikutip dari Kompas.com, Candi Bacem terletak di Dusun Cungkup, Desa Bacem, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Situs ini berada di lingkungan permukiman warga dan terdiri dari dua bangunan candi yang terpisah dengan jarak sekitar 500 meter.

Menurut referensi.data.kemendikdasmen.go.id, pada masa lalu candi ini diduga dikenal dengan nama Campara, sebagaimana tercatat dalam Kitab Pararaton.

Terdiri dari Dua Bangunan Candi

Candi Bacem merupakan kompleks yang terdiri dari dua bangunan, yakni Candi Bacem I dan Candi Bacem II.

Candi Bacem I memiliki ukuran sekitar panjang 310 cm, lebar 300 cm, dan tinggi 109 cm.

Sementara Candi Bacem II berukuran lebih besar, yakni panjang 540 cm, lebar 500 cm, dan tinggi 110 cm.

Kedua bangunan tersebut kini hanya menyisakan bagian dasar atau fondasi, sedangkan bagian tubuh dan atap candi telah runtuh.

Baca juga: Candi Bangkal Mojokerto, Jejak Megah Kerajaan Majapahit dan Simbol Dewa Surya yang Tersembunyi

Struktur dan Arsitektur Bangunan

Secara arsitektur, Candi Bacem tersusun dari batu bata dengan tambahan batu andesit pada beberapa bagian. Namun, sebagian besar batu andesit tersebut sudah hilang.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved