Penting! Beri Perhatian Pada Minyak Rem Mobil, Jangan Buka Tutup Tabung: Bisa Terkontaminasi Air
Kepala Bengkel Wuling BLESS Basuki Rahmat Surabaya beber pentignnya perawatan minyak rem. Jangan buka tutup reservoir untuk menghindari kontaminasi.
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Hefty Suud
Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Kepala Bengkel (Kabeng) Wuling BLESS Basuki Rahmat Surabaya, Ari Manda mengatakan, pada sektor pengereman di mobil, sejatinya tidak hanya hardware nya (kampas, disc brake, caliper) yang harus diperhatikan, tapi juga software-nya, yakni minyak rem.
Untuk itu, cara perawatan minyak rem ini harus diperhatikan dengan baik, karena system pengereman merupakan unsur yang penting yang ada pada kendaraan.
Perlu diketahui tidak ada unsur “oli” di dalam minyak rem.
"Minyak rem adalah sesuatu yang penting, sebagai contoh, pada kendaraan roda dua, reservoir minyak rem yang ada, didesain dalam kotak dan ditutup dengan mur atau baut, ini karena memang tidak boleh buka-tutup dan tidak boleh sekadar asal-asalan menambah cairan," terang Ari disela-sela melakukan service mobil Wuling Almaz milik konsumen, Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Hidup Anang Penuh Kepalsuan Dibongkar, Beda Perlakuan ke Ashanty di Balik Kamera, Anak KD Setuju
Baca juga: Dulu Gendut dan Depresi, Via Vallen Kini Pamer Bodi Kurus Pakai Tank Top, Rambutnya Dicat Blonde
Itu sejatinya juga berlaku pada kendaraan roda empat atau mobil, meski wadah minyak rem tidak didesain dengan penutup mur.
"Kenapa tidak boleh buka-tutup reservoir minyak rem? ya karena jangan sampai ada udara yang memiliki kelembaban tinggi masuk, karena bisa menambah secara otomatis kadar air dalam sistem, sehingga dampaknya akan mengganggu kinerja minyak rem secara keseluruhan, atau akan mengganggu titik didih minyak rem sehingga tidak optimal," ia menjelaskan pada TribunJatim.com.
Dengan kata lain, jelas dia, air yang bertambah itu hasil dari kelembaban.
"Contoh sederhananya, botol air mineral jika dibawah ke Gunung, bagian luarnya akan menghasilkan air," ujarnya.
Disarankan pula oleh Ari, bahwa perlu juga memperhatikan dan memahami serta mengetahui baik-baik spesifikasi minyak rem pada kendaraan.
Baca juga: Bu Kades Wotgalih Kecewa Soal Foto Setengah Telanjang di Berita Dirinya, Lapor Polisi: Tidak Benar
Baca juga: Mudik Lebaran 2021 Dilarang, Bupati Banyuwangi Ipuk: Ini Soal Rem dan Gas Harus Seimbang
"Misalnya spek minyak rem DOT 3 atau DOT 4, keduanya memiliki titik didih yang berbeda sesuai dengan peruntukan kendaraan pabrikan mobil atau bisa lebih amannya dateng langsung ke diler resmi saja, yang mana agar tidak keliru," bebernya.
Tak hanya itu saja, masih kata Ari, cara pergantian minyak rem pun harus dilakukan dengan tepat, yakni dengan cara sirkulasi.
"Caranya adalah mengisi cairan rem yang baru sembari membuang cairan yang lama, sehingga tidak sampai kering," kata Ari.
Tak hanya itu, lanjutnya, penting juga untuk selalu perhatikan reservoir minyak rem dengan cara melihat batas pada tabung tersebut, dan ingat jangan membuka tutup reservoir untuk menghindari minyak rem yang terkontaminasi.
"Atau lebih amannya, sebaiknya, serahkan saja kepada bengkel resmi atau setidaknya agar si pemilik mobil bisa semakin paham apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dengan minyak rem kendaraan," pungkasnya.
Berita tentang Wuling BLESS
Berita tentang Surabaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/wuling-bless-basuki-rahmat-surabaya-1.jpg)