Membahayakan Plesengan di Jembatan Beru Mojokerto-Gresik Ambles Akibat Erosi Kali Lamong
Sebuah dinding penahan tanah atau plesengan ambles terkena erosi air Sungai Lamong, di Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten
Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO- Sebuah dinding penahan tanah atau plesengan ambles terkena erosi air Sungai Lamong, di Dusun Beru, Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.
Dampak erosi sungai tersebut bahkan menggerus bagian bawah pada pondasi kontruksi bangunan jembatan. Jika ini dibiarkan erosi sungai akan bertambah parah menggerus bagian bawah jembatan sehingga berpotensi dapat memutus akses penghubung antara Kabupaten Mojokerto- Kabupaten Gresik.
Apalagi, kondisi tanah persis di samping jembatan itu rawan ambles sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Baca juga: Wanita Kediri Dipamiti Suami Jelang Tidur, Sang Istri Teriak Saat Tahu Kondisi Suami di Kamar Mandi
Berdasarkan keterangan M.Amin (53) warga setempat mengaku, plengsengan longsor di jembatan Beru akibat terkena erosi air sungai saat terjadi hujan lebat dalam sepekan kemarin. Plengsengan longsor sangat membahayakan karena kondisinya menggerus bagian dinding penahan tanah hingga tepi jalan raya.
"Jadi awalnya ada banjir sungai meluap menggerus bagian plesengan hingga longsor dan kondisinya semakin parah karena terkena erosi sungai," ungkapnya, Senin (29/2/2021).
Amin mengatakan selain plengsengan longsor ada sebuah tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) doyong ke arah jalan akibat tanah terdampak erosi sungai. Warga setempat akhirnya memotong tiang PJU itu karena berpotensi mengancam
keselamatan pengguna jalan.
Dia berharap Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto segera memperbaiki plesengan yang longsor tersebut.
"Kalau bisa cepat diperkirakan karena ini posisinya menggerus tepi jalan raya dan jembatan kan bahaya bagi pengguna jalan," ucap Amin.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto menjelaskan panjang plesengan ambles di Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong yaitu sekitar 20 meter sampai 25 meter. Sedangkan, ketinggiannya sekira tujuh meter dari atas permukaan air hingga pucuk daratan atau tepi jalan raya.
"Kerusakan plengsengan yang ambles karena erosi sungai Lamong kita perhatikan dan akan dilakukan perbaikan menunggu bahan material," jelasnya. (don/ Mohammad Romadoni).
Kumpulan berita Mojokerto terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/plengsengan-di-mojokerto-ambles-terkena-erosi-air.jpg)