Berita Mojokerto

Jalan dan Jembatan Ambles di Dawarblandong Mojokerto Akses Warga Terputus 

Sebuah jalan dan jembatan ambles terkena erosi air sungai di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Januar
TribunJatim.com/ M Romadoni
Jembatan ambles terkena erosi air di Dawarblandong, Mojokerto 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sebuah jalan dan jembatan ambles terkena erosi air sungai di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto.

Kerusakan infrastruktur jembatan dan jalan tersebut begitu parah hingga tidak bisa dilewati kendaraan dan memutus akses jalan penduduk setempat.

Subhan warga setempat mengaku amblesnya jalan dan jembatan di kampungnya usai diguyur hujan lebat pada Kamis, (1/4/2021) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. Kejadian ini menghambat akses jalan alternatif dari Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong menuju Kabupaten Gresik dan Kabupaten Lamongan.

Baca juga: Nyambi Jual Narkoba, Sopir Asal Surabaya Kerap Bawa Sabu Saat Bekerja

"Jalan dan jembatan ambles karena di bawahnya ada Sungai Jenglot kalau jalan ini akses masyarakat ke sawah sekaligus alternatif ke Lamongan dan Gresik," ungkapnya, Jumat (2/4/2021).

Menurut dia, sebelumnya warga secara gotong-royong memperbaiki jalan dengan memasang karung berisi pasir untuk menahan dari erosi sungai. Padahal, kerusakan jalan sudah dilaporkan ke Pemerintah Daerah pada dua bulan lalu
Namun tidak kunjung diperbaiki sampai akhirnya rusak tidak bisa dilewati.

Masyarakat setempat sekitar 350 Kepala Keluarga (KK) terdampak akses jalan yang terputus sehingga menghambat mobilitas warga dan sekaligus mempengaruhi finansial.

Mereka juga menganggap Pemerintah Daerah lambat memperbaiki infrastruktur sehingga mengakibatkan kerusakan semakin parah hingga jalan dan jembatan ambles.

"Semoga bisa cepat diperbaiki karena  akses jalan warga ke ladang kalau seperti ini kita harus memutar jauh sekitar empat kilometer," ucap Subhan

Kepala Desa Gunungsari, Susanto menjelaskan kondisi jalan dan jembatan sudah menggantung dan ambles saat terjadi hujan intensitas tinggi. Pihaknya bersama masyarakat setempat menutup akses jalan menggunakan garis pembatas dan bambu sebagai penanda jalan tidak bisa dilewati.

"Sudah ada perbaikan darurat memasang karung pasir di sisi jalan jembatan namun tidak berpengaruh" jelasnya.

Menurut dia, penyebab kejadian ini dikarenakan tidak adanya pondasi plengsengan pada sisi kanan dan kiri yang mengakibatkan pengikisan tanah terkena erosi sungai sehingga jalan dan jembatan ambles. Pasalnya, pembangunan awal jalan cor ini tidak dilengkapi infrastruktur pendukung seperti plesengan lantaran terbentur keterbatasan anggaran dari Pemerintah Daerah khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mojokerto.

"Memang kedua sisi itu tidak ada plengsengan jadi kelamaan tergerus air sungai kalau pembangunan jalan pada 2018," kata Susanto.

Dia berharap Pemerintah Daerah segera melakukan penanganan darurat untuk memperbaiki jalan dan jembatan yang memutuskan akses masyarakat. Apalagi, jalan ini merupakan akses favorit anak sekolah dan warga menuju ladang pertanian.

"Ya kalau bisa segera ada perbaikan sperti jembatan darurat agat bisa dimanfaatkan warga," pungkasnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, Bambang Purwanto memastikan pihaknya akan melakukan perbaikan jalan dan jembatan di Dusun Sumberdadi, Desa Gunungsari, Kecamatan Dawarblandong.

"Kami mendapat laporan terkait kerusakan jalan dan jembatan dan nantinya akan ada perbaikan permanen yang kini masih dalam proses lelang,"  (don/ Mohammad Romadoni).

Kumpulan berita Mojokerto terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved