'Teroris Milenial' Bomber Makassar-Penyerang Mabes Anak Muda, Ali Imron: Butuh 2 Jam Mau Bunuh Diri
Ali Imron menyatakan anak muda paling mudah menjadi teroris. Pelaku bom bunuh diri di Makassar dan penyerang Mabes Polri masih berusia 26 tahun.
Rosianna Silalahi menyampaikan ada 9 persen orang simpati dengan ISIS.
Baca juga: Chat WA Terakhir Terduga Teroris ZA Pamit, Posting Bendera ISIS di IG Sebelum Serang Mabes Polri
Ali Imron menyampaikan orang punya pemahaman teroris akan terus melakukan gerakan.
“Istilah radikal, ekstrimisis, dan teroris, kalau teroris itu melakukan aksi radikal,” katanya.
Menurutnya, menghadapi aksi terorisme tidak bisa hanya di elite.
Butuh kerjasama di semua lapisan masyarakat.
Ali Imron mengatakan, anak remaja paling mudah dipahamkan menjadi terorisme.
“Saya hanya butuh 2 jam hingga mereka bisa bunuh diri, saya sampaikan jihad, keutamaan jihad dan hasil jihad adalah mati syahid,” katanya.
Baca juga: Arti Lone Wolf Istilah Kapolri saat Ungkap Terorisme di Mabes Polri, Pelaku Terpapar Radikal ISIS
Menurutnya, orang yang ikut dengan ISIS mayoritas punya basic jihad.
“Basic dalam alquraan dan sunnah, kita poles. Kita belokkan,” katanya.
Ali Imron sudah khawatir umat Islam akan ikut ISIS.
Ali Imron mengakui sangat dirugikan setelah melakukan aksi Bom Bali 2002.
"Saya merasa dirugikan, karena orang Islam dan luar Islam phobia dengan jihad. Padahal Jihad itu adalah menjaga nyawa manusia," katanya.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Mantan Teroris Ali Imron: Anak Milenial Mudah Dipahamkan Terorisme, Butuh 2 Jam Mau Bunuh Diri
---
Berita tentang aksi terorisme
Berita tentang Jawa Timur