Breaking News:

Berita Trenggalek Terkini

Pria di Trenggalek Terpeleset dari Plengsengan Sungai Setinggi 5 Meter, Ditemukan Tewas

Pria bernama Sobirin Hasan (49), warga Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan itu terpereset dari plengsengan sungai setinggi 5 meter di wilayah dekat

TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Warga di Trenggalek meninggal dunia setelah terpeleset 

Reporter: Aflahul Abidin | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK – Seorang pria di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur meninggal dunia setelah terpeleset ke sungai, Senin (5/4/2021).

Pria bernama Sobirin Hasan (49), warga Desa Salamrejo, Kecamatan Karangan itu terpereset dari plengsengan sungai setinggi 5 meter di wilayah dekat tempat tinggalnya.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Tatar Hernawan menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh warga yang ingin membuang sampah. Kondisinya ketika itu sudah meninggal dan tersangkat di tepi sungai.

“Melihat ada orang meninggal di tepi sungai, saksi ini melapor ke perangkat desa. Dan kemudian perangkat desa melaporkan ke Polsek Karangan,” kata Tatar, saat dikonfirmasi.

Baca juga: Siasat Licik Pria di Lumajang Nodai Anak Tirinya, Istri Syok Lihat Korban Tak Kenalan Sehelai Kain

Petugas bersama warga dan petugas kesehatan berangkat ke lokasi dan mengevakuasi korban. 

Petugas juga menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi. Sementara petugas medis melakukan visum ketika korban telah berhasil dievakuasi.

Berdasarkan hasil olah TKP, jelas Tatar, terdapat luka di pelipis kiri korban. Luka itu diduga hasil benturan setelah korban terpeleset dari pinggir tebing sungai.

Dugaan korban terpeleset diperkuat juga dengan jejak tanda bekas terpeleset di loksai kejadian.

“Selain itu, tidak ditemukan luka tanda adanya kekerasan pada tubuh korban. Kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan kaku, kemungkinan korban sudah lama meninggalnya,” sambung dia.

Berdasarkan informasi yang diterima polisi, Sobirin merupakan pasien Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang masih dalam perawatan dan pengawasan dinas sosial setempat.

Korban diketahui pernah dipasung karena gangguan jiwanya dan baru bebas sekitar setahun terakhir.

Setelah itu, polisi menyerahkan jenazah korban ke keluarganya. Pihak keluarga, lanjut dia, menerima kejadian itu sebagai musibah dan enggan jenazah diautoposi.
“Kejadian ini murni musibah karena tidak ada unsur kesengajaan dan kekerasan,” sambungnya. (fla)

Kumpulan berita Trenggalek terkini

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved