Breaking News:

Berita Surabaya

Laznas LMI Launching Program Bantu Petani, Korban Bencana, hingga Sediakan Tempat Aktivitas Ekonomi

Laznas LMI bakal membantu para petani hingga korban bencana alam melalui sejumlah program

TribunJatim.com/ Zainal Arif
Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Lembaga Manajemen Infaq (LMI) melaunching program Peduli Tani Nusantara bersama sejumlah petani di Gedung Pusura, Jalan Yos Sudarso Surabaya, Kamis (8/4/2021). 

Reporter: Zainal Arif | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1442 H, Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Lembaga Manajemen Infaq (LMI) melaunching tiga program unggulan.

Peduli Tani Nusantara, Unit Siaga Pangan, dan Menara Peradaban menjadi tiga program unggulan yang dilaunching dalam kegiatan Safari Ramadhan Lovers di Gedung Pusura, Jalan Yos Sudarso Surabaya, Kamis (8/4/2021).

Tiga program tersebut dapat terealisasi berkat dukungan dan kerja sama Laznas LMI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Pusat, Pemerintahan Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III dan Yayasan Putra Surabaya (Pusura).

Presiden Direktur Laznas LMI, Agung Wijanto menjelaskan, tiga program yang dilaunching merupakan hasil kolaborasi cinta antara pemerintah, swasta dan masyarakat untuk peduli kepada sesama, khususnya para petani, masyarakat berdampak pandemi Covid-19 serta anak Yatim Dhuafa.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Perampok di Gresik Dipergoki Warga, Motor Pelaku Dibakar, Lihat Nasibnya

"Berdasarkan data kementerian pertanian produksi nasional hingga Mei 2021 surplus 3,66 juta ton dan di Jawa Timur sendiri surplus 902.401 ton," ujarnya.

“Program Peduli Tani Nusantara sebagai bentuk respon kepedulian kepada petani kecil, Insyaallah akan menyerap minimal 5 ribu ton beras untuk memfasilitasi umat Islam menunaikan zakat fitrah,” imbuhnya.

Dilain pihak, Kepala Biro Kessos Pemprov Jatim, Dr Hudiyono mengaku sangat mendukung program Peduli Tani Nusantara dari LMI karena sejalan dengan program Pemprov.

"Pemprov sendiri tidak setuju dengan wacana Pemerintah Indonesia untuk mengimpor beras karena akan menurunkan nilai jual beras petani. Sehingga program ini akan sangat membantu para petani," ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Pemasaran dan Kemitraaan Laznas LMI, Ozi Riyanto mengatakan kehadiran program Unit Siaga Pangan sebagai solusi untuk memberikan asupan makanan bergizi dan higienitas kepada masyarakat melalui mobil rescue offroad yang sudah didesain sesuai dengan kebutuhan.

Halaman
12
Penulis: Zainal Arif
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved