Breaking News:

Berita Jatim

Sejahterahkan Petani Padi Jatim di Ramadan 2021, Laznas LMI Launching PTN, Serap 5 Ribu Ton Beras

Tiga progam unggulan cinta tersebut adalah Peduli Tani Nusantara (PTN), Unit Siaga Pangan, dan Menara Peradaban dan resmi dilaunching dalam kegiatan

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
(paling kanan) Agung Wijanto, Presiden Direktur Laznas LMI saat launching 3 program unggulan cinta, satu diantaranya adalah Peduli Tani Nusantara (PTN), Kamis (8/4/2021) di Surabaya 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Upaya Lembaga Amil Zakat  Nasional (Laznas) Lembaga Manajemen Infaq (LMI) untuk dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani Jatim terus diwujudkan.

Kali ini, dalam menyambut datangnya Ramadhan 2021, upaya Laznas LMI dalam meningkatkan kesejahteraan petani Jatim diimplementasikan dengan melaunching tiga program unggulan cinta.

Tiga progam unggulan cinta tersebut adalah Peduli Tani Nusantara (PTN), Unit Siaga Pangan, dan Menara Peradaban dan resmi dilaunching dalam kegiatan Safari Ramadhan Lovers, Kamis (8/4/2021) di Gedung Pusura, Jalan Yos Sudarso Surabaya.

"Cara kerja ketiga progam tersebut saling berkaitan," ujar Presiden Direktur LAZ Nasional LMI, Agung Wijayanto.

Baca juga: Detik-detik Menegangkan Perampok di Gresik Dipergoki Warga, Motor Pelaku Dibakar, Lihat Nasibnya

Namun untuk yang berperan penting dalam menyejahterakan petani Jatim adalah PTN.

Kata pria yang akrab disapa Cak Agung itu, progam PTN akan menyerap minimal
5.000 ton beras dari hasil padi yang ditanam oleh para petani Jatim.

"Menurut data kementerian pertanian produksi beras Nasional hingga mei 2021 surplus 3,66 juta ton, sedangkan di Jawa timur sendiri surplus 902.401 ton. Oleh karenanya PTN ini akan sebagai bentuk respon kepedulian kepada petani kecil. InsyaAllah kami akan menyerap minimal 5.000 ton beras dan beras ini akan dipakai untuk memfasilitasi umat Islam dalam menunaikan Zakat Fitrah," terangnya.

Cak Agung menambahkan, beras yang diserap itu dibeli oleh pihaknya dengan harga yang terbaik.

"Jadi beras hasil tanam padi petani dari Jatim kita beli dengan harya yang terbaik, tujuannya agar tidak merusak harga pasar," imbuhnya.

Sementara itu, satu diantara petani Padi asal Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur Hasyim yang turut hadir pada acara tiga program unggulan cinta mengatakan, bahwa setelah dirinya ikut progam dari Laznas LMI ini perubahan ekonominya mulai terasa.

"Saya dan teman-teman sangat bersyukur sekali ada progam seperti ini, karena bisa mempermudah saya dalam mendapatkan untung yang terarah dan cepat, sekalipun ditengah pandemi. Sebelum ikut progam PTN sendiri penghasilan saya ketika bekerja sebagai seorang petani padi sangat sulit ditengah pandemi ini," jelasnya.

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved