Berita Surabaya
Permudah Layanan 'Berobat Gratis Pakai KTP Surabaya', Pemkot Sebar Petugas di Klinik dan RS
Pemerintah Kota Surabaya terus menyempurnakan program berobat gratis pakai KPT. Begini penjelasan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.
Penulis: Bobby Constantine Koloway | Editor: Hefty Suud
Reporter: Bobby Constatine Koloway | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemerintah Kota Surabaya menyebar sejumlah petugas untuk mempermudah pelayanan Jaminan Kesehatan Semesta (JKS).
Sebab berdasarkan evaluasi yang dilakukan sejak awal April, ada sejumlah gangguan dalam pelayanan kesehatan berbasis KTP Surabaya ini.
Utamanya, saat masyarakat akan mendaftar BPJS Kesehatan bagi warga Surabaya yang belum terdaftar.
"Waktu pembukaan BPJS, masih ada yang trouble untuk aplikasinya. Terutama, di RS yang sebenarnya menjadi mitra BPJS Kesehatan," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dikonfirmasi di Surabaya, Jumat (9/4/2021).
Baca juga: Suami Brondong Nikahi Janda, Anaknya Malah ‘Diembat’ Tak Kuat Nafsu Usia Lebih Dekat, Istri Sah Pilu
Baca juga: Muncul Bukti Ayus Sabyan Makin Tancap Gas ke Nissa Setelah Cerai: Setia, Keduanya Tak Bisa Sembunyi
Untuk itu, petugas yang merupakan personil dari Dinas Kesehatan Surabaya disebar ke sejumlah klinik dan RS.
"Nah, dengan adanya petugas kami, maka warga Surabaya tak lagi kesulitan. Sebab, ada masyarakat harus kembali karena trouble ini," katanya.
Cak Eri, sapaan akrab Wali Kota Eri Cahyadi menambahkan, di awal pelaksanaan program tersebut, banyak kendala yang harus dihadapi.
Namun, Cak Eri menegaskan bahwa Pemkot Surabaya terus menyempurnakan program berobat gratis dengan KTP tersebut.
"Kami sampai kan, tidak mungkin langsung sempurna. Namun, kalau sudah jalan, kita tahu masalahnya dimana. Nah, ketika ada masalah, kita sempurna kan," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya Febria Rachamanita menambahkan bahwa petugas disebar kepada 42 rumah sakit serta 8 klinik yang tergabung dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.
"Total petugas kami yang kami kirim berjumlah 50 orang," kata perempuan yang akrab disapa Feni tersebut ketika dikonfirmasi di tempat terpisah.
Baca juga: Jual Istri untuk Layanan Seks Bertiga, Pria Jombang Ini Ngaku Ketagihan Dapat Uang Banyak Instan
Baca juga: Protokol Impor Tanah Air, Kementan Tegaskan Barang Apapun yang Masuk Jatim Harus Sehat dan Aman
Dalam program ini, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan kelurahan dalam melakukan entry data.
Terutama, apabila masyarakat yang membutuhkan pelayanan, namun belum memiliki kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/eri-cahyadi-saat-meninjau-proses.jpg)