Ramadan 2021
Niat Salat Tarawih Berjamaah dan Sendiri, Tulisan Arab Latin dengan Artinya, Lengkap Panduan Ibadah
Satu di antara ibadah yang dilakukan pada Bulan Ramadan 2021 adalah salat tarawih. Berikut niat salat tarawih.
Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM - Satu di antara ibadah yang dilakukan pada Bulan Ramadan 2021 adalah salat tarawih.
Dikutip dari Buku Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ust. M. Syukron Maksum, salat tarawih merupakan salat yang dikerjakan pada malam hari di Bulan Ramadan.
Salat ini sunah muakadah, yakni sangat dianjurkan untuk dilaksanakan dan bisa dikerjakan secara berjamaah maupun sendirian.
Dilansir TribunJatim.com dari Tribunnews 'Bacaan Niat Shalat Tarawih dalam Tulisan Arab dan Latin, Beserta Tata Cara Pelaksanaannya'
Adapun waktu mengerjakan salat tarawih dimulai setelah salat Isya sampai datangnya Subuh atau fajar.
Baca juga: BACAAN Doa Keramas dan Cara Mandi Junub, Bersuci Sebelum Puasa Ramadan 2021, Teks Arab dengan Arti
Bacaan niat salat tarawih berjamaah
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
Bacaan niat salat tarawih sendirian
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”
Bacaan niat salat tarawih sebagai imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat shalat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Baca juga: KUMPULAN Pantun Ramadan 2021, Penuh Maaf dan Doa, Buat Update Status di WA Sambut Bulan Puasa 1442 H

Pelaksanaan salat tarawih
Dilansir Buku Tuntunan Ibadah pada Bulan Ramadan oleh Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, salat tarawih dapat dilaksanakan secara berjamaah maupun sendiri-sendiri.
Apabila dikerjakan secara berjamaah, maka pelaksanaan salat tarawih harus diatur dengan baik dan teratur sehingga dapat khusyuk, tenang, dan khidmat.
Adapun salat tarawih bisa dikerjakan dengan 4 rakaat tanpa tasyahud awal dan 3 rakaat witir tanpa tasyahud awal, sebagaimana dijelaskan dalam Hadits Nabi Muhammad SAW:
“Dari ‘Aisyah (diriwayatkan bahwa) ketika ia ditanya mengenai salat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di bulan Ramadan.
Aisyah menjawab: Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tidak pernah melakukan salat sunnat di bulan ramadan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat.
Baca juga: Nanti Malam Salat Tarawih? Cek Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 1442 H, Lengkap Niat Sahur dan Puasa
Beliau shalat empat rakaat dan jangan engkau tanya bagaimana bagus dan indahnya. kemudian beliau salat lagi empat rakaat, dan jangan engkau tanya bagaimana indah dan panjangnya. Kemudian beliau shalat tiga rakaat.” -HR. al-Bukhari dan Muslim
Salat tarawih dapat juga dikerjakan dengan cara 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat, 2 rakaat dan 1 rakaat witir, sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad saw:
“Diriwayatkan dari Zaid bin Khalid al-Juhany bahwa ia berkata: Benar-benar aku akan mengamati shalat Rasulullah saw. pada malam ini, beliau shalat dua raka’at khafifatain, lalu beliau shalat dua raka’at panjangpanjang keduanya, kemudian shalat dua raka’at yang kurang panjang dari shalat sebelumnya, lalu beliau shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi dari shalat sebelumnya, kemudian shalat dua raka’at yang kurang lagi dari shalat sebelumnya, lalu beliau shalat lagi dua raka’at yang kurang lagi dari shalat sebelumnya, kemudian shalat dua raka’at yang kurang lagi dari shalat sebelumnya, dan beliau melakukan witir (satu raka’at). Demikianlah (shalat) tigabelas raka’at.” (HR Muslim)
Baca juga: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa 2021 di Surabaya dan Provinsi Jawa Timur, 1 hingga 30 Ramadan 1442 H
Tata cara salat tarawih dikutip Tribunnews.com dari tulisan DR Marabona Munthe ME Sy, Dosen Universitas Islam Negeri Riau (UIN) Riau:
1. Mengucapkan niat salat tarawih sesuai posisinya sebagai imam atau makmum
2. Niat di dalam hati
3. Ketika takbiratul ihram mengucap takbir
4. Saat takbiratul ihram membaca Surat Al-Fatihah
5. Kemudian membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an
6. Rukuk
7. I’tidaal
8. Sujud pertama
9. Duduk di antara dua sujud
10. Sujud kedua
11. Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua
12. Bangkit dari duduk
13. Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama
14. Salam pada rakaat kedua (Jika mengikut kepada yang dua rakaat-dua rakaat), lanjut sampat rakaat keempat baru salam (Jika mengikut kepada pendapat yang empat rakaat-empat rakaat).

Salat Witir
Setelah salat tarawih, hendaknya diteruskan melaksanakan salat witir, minimal satu rakaat.
Namun, pada umumnya, salat witir dikerjakan tiga rakaat dengan dua salam.
Tetapi, diperbolehkan juga jika dikerjakan tiga rakaat dengan satu salam.
Bacaan niat salat witir satu rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman / imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya niat sholat witir satu rakaat menghadap qiblat menjadi makmum karena Allah ta’alaa”
Bacaan niat salat witir tiga rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa
Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat menjadi (ma’muman/imaman) karena Allah ta’alaa”
Ikuti update seputar Ramadan 2021 dan berita Jawa Timur terkini.