Berita Surabaya
Pembelajaran Tatap Muka di Surabaya Bakal Digelar Juli, Ada Opsi tetap Pakai Daring
Pembelajaran tatap muka (PTM) di Surabaya tengah disiapkan. Diperkirakan tahun ajaran baru Juli akan dimulai PTM serentak. Namun demikian tetap model
Penulis: Nuraini Faiq | Editor: Januar
Reporter: Nuraini Faiq | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Surabaya tengah disiapkan. Diperkirakan tahun ajaran baru Juli akan dimulai PTM serentak. Namun demikian tetap model pembelaran ini memberi kesempatan pembelajaran daring (dalam jaringan).
Kepala Dindik Kota Surabaya Supomo dalam rapat bersama di DPRD Surabaya Senin (12/4/2021), pihaknya memastikan persiapan membuka kembali sekolah untuk menjalankan PTM sudah hampir tuntas.
Dindik saat ini tengah menyusun standar operating prosedur (SOP) agar prokes tetap bisa ditegakkan di dalam lingkungan sekolah. Sejumlah sekolah juga sudah digelar simulasi untuk persiapan PTM.
Baca juga: Madura Berdarah, Mertua Tega Bacok Menantu Saat Salat, Bermula dari 1 Pertanyaan Soal Anak Pelaku
Supomo menyebut bahwa PTM nantinya tetap akan ada opsi pembelaran daring. "Pembelajaran akan dibagi dua. Yakni daring dan tatap muka. Daring disediakan bagi siswa yang tidak diizinkan orang tua," kata Supomo.
Rapat dalam rangka Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) itu, khusus menghadirkan Dinas Pendidikan. Capaian kinerja Dindik yang mencapai 92 persen diapresiasi DPRD.
Ketua Pansus LKPj Anas Karno mengingatkan sebelum PTM digelar di tengah pandemi yang belum terhenti. Di antaranya kesiapan sekolah beserta semua instrumennya.
Ada pembatas untuk menjaga jarak aman siswa. Selain itu, setiap guru dan siswa harus melewati pengecekan suhu tubuh.
"Yang tidak kalah penting, yakni vaksinasi. Semua guru harus dipastikan sudah divaksin sebelum sekolah dibuka seperti biasa. Memang kurva penyebaran melandai. Prokes harus ketat," kata Anas, politikus PDIP ini.
Terkait vaksinasi bagi para guru, Supomo mengatakan saat ini vaksin untuk guru dan tenaga pendidik masih berjalan. Targetnya, akhir bulan ini sudah tuntas semua. Total ada 27.000 guru dan tenaga pendidik yang akan divaksin.
"Akhir April ini selesai. Tapi, lagi-lagi itu tergantung ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat. Kami patuh," kata Supomo. (Faiq)
Kumpulan berita Surabaya terkini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/pertemuan-antara-dprd-surabaya-dan-dinas.jpg)