Breaking News:

Advertorial

Forum Rektor se Madura Rapatkan Barisan di UTM Bangkalan, Jalin Pengembangan Program Studi dan SDM

Kemiskinan dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat di 4 kabupaten di Madura jadi pelecut semangat para rektor di Pulau Garam.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Rektor Universitas Trunojoyo Madura Dr Drs EC H Muh Syarif, Msi meneken Kerjasama antar Perguruan Tinggi se Madura, Pembahasan Program Kerja, dan Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dalam Forum Rapat Kerja di Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Lantai 10, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Senin (12/4/2021). 

TRIBUNMADURA.CO, BANGKALAN - Kemiskinan dan rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masyarakat di empat kabupaten di Madura menjadi salah satu pelecut semangat para rektor di Pulau Garam.

Mereka merapatkan barisan dalam bingkai Forum Rapat Kerja di Gedung Graha Utama Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Lantai 10, Desa Telang, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Senin (12/4/2021).

Sebanyak 43 pimpinan Perguruan Tinggi baik negeri maupun swasta se Pulau Madura bersepakat dalam Penandatanganan Kerjasama antar Perguruan Tinggi se Madura, Pembahasan Program Kerja, dan Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Baca juga: Sambang Rutan Bangkalan, Motivator Ayu Kayla Bagi Tip Agar WBP Cepat Diterima Lagi Oleh Masyarakat

Baca juga: Terapkan Protokol Kesehatan Ketat, Universitas Trunojoyo Madura Gelar Wisuda ke-29 Dibagi 8 Sesi

Rektor Universitas Wiraraja (Unija) Kabupaten Sumenep, Dr Sjaifurrachman, SH, CN, MH mengungkapkan, Forum Rapat Kerja tersebut merupakan potensi luar biasa di bidang pendidikan dalam rangka menyamakan visi dan misi, berkolaborasi program kerja, penguatan kelembagaan, peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sumber Daya Alam (SDA).

“Saya menyambut baik, semoga ke depan menjadi titik terang bagi Madura. Seperti yang kita tahu bersama, kalau kita lihat IPM dan kemisikinan, masih terendah. Ini mungkin merupakan salah satu cara dan upaya untuk meningkatkan itu semua,” ungkap Sjaifurrachman.

Sebanyak 43 pimpinan Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta se Madura itu berasal dari 13 Perguruan Tinggi di Kabupaten Bangkalan, 5 Perguruan Tinggi di Kabupaten Sampang, serta masing-masing sebanyak 13 Perguruan Tinggi dari Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Sumenep.

“Tadi disampaikan Madura ini sangat seksi. Saya katakan lebih dari itu. bukan hanya seksi. Kalau dikelola dengan baik, Madura akan menjadi madunya negara,” tegas Sjaifurrachman.

Ia lantas mengambil satu contoh SDA berupa energi minyak dan gas (migas) yang dieksploitasi dari Pulau Pagurungan, Kabupaten Sumenep. Migas dari pulau tersebut menjadi tulang punggung sektor migas di Jawa Timur.

“Sekarang, Pulau Pagurungan menyuplai kebutuhan migas di seluruh Jawa Timur di angka 53 persen. Itu baru satu titik, satu pulau. Sedangkan di Kabupaten Sumenep terdata sebanyak 126 pulau,” pungkasnya.

Rektor UTM, Dr Drs EC H Muh Syarif, Msi mengungkapkan, Forum Rapat Kerja tersebut diharapakan akan ada pengembangan kapasitas dan kelembagaan di masing-masing kampus, pengembangan prodi yang dikaitkan dengan potensi Madura, dan pengembangan sumber daya yang ada di Madura.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Faisol
Editor: Sudarma Adi
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved