Breaking News:

Berita Jember

Kasus Pencabulan, Rektor Unej Masih Menunggu Hasil Tim Pemeriksa Kasus Dosen RH

Rektorat Universitas Jember (Unej) belum memutuskan tindakan yang akan dilakukan meski dosen RH telah ditetapkan sebagai tersangka

sri wahyunik/surya
Rektor Unej Iwan Taruna 

Reporter : Sri Wahyunik | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Rektorat Universitas Jember (Unej) belum memutuskan tindakan yang akan dilakukan meski dosen RH telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan pencabulan terhadap keponakan.

Rektor Unej Iwan Taruna mengatakan pihaknya masih menunggu hasil dari tim pemeriksa Unej.

"Tim pemeriksa Unej sedang bekerja dan berkoordinasi dengan Polres," ujar Iwan Taruna kepada Surya, Rabu (14/4/2021).

Apakah pihak Unej akan menonaktifkan seorang dosen yang sudah berstatus tersangka, Iwan tidak menjawab pertanyaan Surya melalui aplikasi percakapan itu.

Baca juga: Polres Jember Tetapkan Tersangka Dosen Ujen Terduga Pencabulan Keponakan

Baca juga: Oknum Dosen PTN di Jember Cabuli Keponakannya, Modus Terapi Kanker Payudara, Korban: Tolong, Ma!

Baca juga: Ratapan Merana Nadya Mustika setelah Lahirkan Anak Rizki DA, Maafin Ibu Ya, Suami Bagi Kabar Buruk

Iwan hanya menegaskan kalau Unej akan menindaklanjuti kasus itu sesuai dengan peraturan yang berlaku.

"Unej akan menindaklanjuti sesuai peraturan yang berlaku," tegas Iwan Tarun kepada TribunJatim.com.

Dari informasi yang dihimpun Surya, tim pemeriksa itu berasal dari fakultas tempat dosen RH mengajar. Saat ini tim tersebut masih bekerja sejak pekan lalu.

Belum ada hasil dari pemeriksaan tim tersebut, jika mengacu pada pernyataan Iwan Taruna di atas.

Sementara itu, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Jember telah menetapkan RH sebagai tersangka dalam dugaan pencabulan terhadap keponakan (16), Selasa (13/4/2021) kemarin.

Seperti diberitakan sebelumnya, RH dilaporkan ke polisi pada 29 Maret 2021. Pelapornya adalah seorang ibu, yang anaknya dicabuli oleh RH. Ibu itu mewakili anaknya karena masih berusia 16 tahun alias anak. Anak itu yang tidak lain keponakan RH mengaku dicabuli dengan modus terapi kanker payudara.

Padahal remaja itu tidak didiagnosa sakit tersebut. RH sendiri juga bukan dosen dari jurusan kesehatan.

Pencabulan itu terungkap setelah remaja itu berani menulis di media sosial. Remaja itu mengajak para korban kekerasan seksual untuk berani bicara supaya kasus kekerasan seksual bisa terungkap, dan korban kekerasan seksual mendapatkan pertolongan.

Beita tentang Dosen Unej

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved