Ramadan 2021
12 Sampel Takjil Menu Buka Puasa di Jalanan Kota Kediri Diperiksa Dinkes dan POM, Begini Hasilnya
Dinkes Kota Kediri bersama Loka Pengawas Obat dan Makanan periksa takjil menu buka puasa di Jalan Hayam Wuruk. Begini hasilnya.
Penulis: Didik Mashudi | Editor: Hefty Suud
Reporter: Didik Mashudi | Editor: Heftys Suud
TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bersama dengan Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kediri melakukan pemeriksaan sampel takjil menu buka puasa di Jalan Hayam Wuruk, Kota Kediri, Kamis (15/4/2021).
Ada 12 sampel makanan yang dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui kandungan rhodamin B, boraks, formalin dan bahan kimia lainnya.
Sejumlah makanan takjil yang diperiksa sampelnya, diantaranya tahu bakso, sirup, jenang mutiara, ikan wader, bakmie, bolu kukus dan olahan usus ayam.
Baca juga: Tekad Syahrini Puaskan Reino, Hubungan Suami Istri Disorot Incess, Nyata Tubuh Berubah & Ingin Bayi
Baca juga: THR Cair Maksimal H -7 Lebaran 2021, Laporkan ke Posko Aduan Pemkot Surabaya Kalau Pembayaran Molor
Sampel makanan takjil yang dibeli petugas selanjutnya dilakukan pemeriksaan langsung oleh petugas pengujian yang bersiap di depan Kantor PT Telkom.
Pengujian sendiri berlangsung cepat menggunakan tes kit rhodamin B dan tes kit boraks.
Setelah dilakukan pemeriksaan langsung dari 12 sampel makanan yang diperiksa tidak ada yang mengandung bahan kimia berbahaya.
Baca juga: 6 Zodiak Kurang Mujur Soal Cuan Besok Jumat, 16 April 2021: Gemini Khawatir Rumah, Scorpio Jaga Mood
Baca juga: Padahal Mau Nikah, Lesty Nangis Bahas Ragu Jadi Istri Billar, Cinta Sepihak? Dede Takut Masa Lalu
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adina menjelaskan, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan takjil yang dijual pedagang di sepanjang Jl Hayam Wuruk tidak mengandung bahan pangan yang berbahaya.
"Dari hasil pemeriksaan dipastikan sampel yang diambil negatif dari boraks, rhodamin B atau formalin," jelasnya.
Diungkapkan, terkadang para pedagang tidak tahu kalau bahan pangan yang dijualnya mengandung bahan berbahaya. Sehingga untuk memastikan perlu dilakukan uji sampling.
"Kalau ada uji sampling, pembeli merasa aman dan pedagang juga merasa aman," tambahnya.
Dari hasil uji tes kit bolu kukus diuji warna merahnya untuk mengetahui kandungan rhodamin B hasilnya negatif.
Kemudian tahu bakso dilakukan uji boraks hasilnya juga negatif, sate usus diuji formalin hasilnya juga negatif.
Demikian pula es buah yang diuji warna merahnya kandungan rhodamin B hasilnya juga negatif.
Sedangkan kolang - kaling dan ikan asin, mie goreng, udang dilakukan uji formalin hasilnya negatif.
Sehingga takjil yang dijual masyarakat di sepanjang Jalan Hayam Wuruk setelah dilakukan pengujian petugas aman dari kandungan bahan berbahaya.
Berita tentang Kediri
Berita tentang Jawa Timur
Berita tentang Ramadan 2021
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/uji-sampel-takjil-di-kota-kediri.jpg)