Breaking News:

Ramadan 2021

Bupati Nganjuk Berikan 10 Pengarahan Dalam Kegiatan Ramadan dan Idul Fitri

Bupati Nganjuk keluarkan surat edaran (SE) arahan kegiatan selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

istimewa
Bupati Nganjuk, H Novi Rahman Hidhayat. 

Reporter : Achmad Amru Muiz | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Bupati Nganjuk keluarkan surat edaran (SE) arahan kegiatan selama bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriyah.

Setidaknya, ada 10 arahan dalam SE Bupati Nganjuk nomor 451/043/411.013/2021 yang bisa dilaksanakan masyarakat di tengah Pandemi Covid-19 yang belum selesai.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat dalam SE tersebut disebutkan, Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk meminta masyarakat tetap melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan sesuai Syariat Agama Islam.

Selanjutnya untuk pengurus masjid atau mushala dapat menyelenggarakan kegiatan shalat fardlu lima waktu, shalat tarawih dan witir, tadarus Al-quran dan iktikaf dengan pembatasan jumlah kehadiran paling banyak 50 persen dari kapasitas masjid atau mushala.

"Protokol kesehatan harus tetap diterapkan bagi jamaah untuk menjaga jarak aman 1 meter dan setiap jamaah membawa sajadah atau mukena sendiri dari rumah," kata Novi Rahman Hidhayat dalam SE yang dikeluarkanya, kemarin.

Baca juga: Golongan Penerima THR 2021 Versi Menaker, Cek Cara Hitung Besarannya, Kerja 3 Bulan Dapat Berapa?

Baca juga: Di Tengah Pandemi, Outlet Kurma Lawang Agung di Surabaya dan Sidoarjo Ramai Didatangi Pandemi

Baca juga: Benarkah Tidur Siang saat Puasa di Bulan Ramadan 2021 Bakal Dapat Pahala? Ini Kata Ketua Ikatan Dai

Untuk buka puasa, dikatakan Novi Rahman Hidhayat, boleh dilaksanakan di lembaga pemerintah, lembaga swasta, masjid maupun mushala dengan tetap mematuhi pembatasan jumlah kehadirian paling banyak 50 persen dari kapasitas ruangan dan menghindari kerumunan.

Demikian juga untuk Peringatan Nuzulul Qur’an yang diadakan di dalam maupun di luar gedung/masjid wajib memperhatikan protokol kesehatan secara ketat dengan jumlah audiens paling banyak 50 persen dari kapastitas tempat/lapangan.

Pengajian atau ceramah atau taushiyah atau kultum Ramadan dan kultum subuh, menurut Novi Rahman Hidhayat, paling lama durasi waktu sekitar 15 menit, dengan harapan memperkuat nilai-nilai keimanan, ketaqwaan, akhlaqul karimah dan nilai kebangsaan dalam Negeri Kesatuan Republik Indonesia melalui bahasa dakwah yang tepat dan bijak sesuai tuntunan Alquran dan As-Sunnah

"Dalam penyelenggaraan dakwah di bulan Ramadhan diharapkan para mubaligh atau penceramah agama agar menjaga ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, serta tidak mempertentangkan masalah khilafiyah yang dapat mengganggu persatuan umat," ucap Novi Rahman Hidhayat kepada TribunJatim.com.

Untuk kegiatan tadarus Alquran, ungkap Novi Rahman Hidhayat, dapat dilakukan setiap hari. Apabila menggunakan pengeras suara maksimal sampai dengan pukul 22.00 WIB.

Kegiatan pengumpulan dan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah (ZIS) oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), tambah Novi Rahmah Hidhayat, dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan menghindari kerumunan masa. Dan Takbir keliling ditiadakan, takbir cukup dilakukan di masjid atau mushala atau rumah masing-masing.

"Sedangkan untuk pelaksanaan shalat Idul Fitri 1442 Hijriyah dapat dilaksanakan di masjid atau lapangan terbuka dengan memperhatikan protokol kesehatan secara ketat, dan semua pihak wajib menjaga ketenangan, ketentraman, ketertiban selama bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri," tutur Novi rahman Hidhayat dalam SE yang dikeluarkanya tersebut.

Berita tentang Bupati Nganjuk

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved