Breaking News:

Berita Gresik

Dewan Minta Jembatan Penghubung Menganti dengan Kedamean Gresik Harus Segera Dibongkar

Jembatan penghubung antara Desa Beton di Kecamatan Menganti dengan Desa Cermen di Kecamatan Kedamean kondisinya mengkhawatirkan, kontruksi jembatan

Penulis: Willy Abraham | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Willy Abraham
Jembatan penghubung Menganti dan Kedamean Gresik yang rawan ambles 

Reporter: Willy Abraham | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK – Jembatan penghubung antara Desa Beton di Kecamatan Menganti dengan Desa Cermen di Kecamatan Kedamean kondisinya mengkhawatirkan, kontruksi jembatan rawan ambles dan miring. Wakil Ketua DPRD Gresik, Mujid Riduan menyebut jembatan tersebut harus dibongkar total.

Politisi PDIP ini melihat pondasi jembatan yang menghubungkan dua kecamatan itu dengan Desa Cermen, Kecamatan Kedamean ambles. Jembatan yang memiliki panjang sekitar 15 meter dan lebar 4 meter. Terlihat patah di bagian sisi dekat desa Beton, kondisinya miring.

Kontruksi retak-retak dan tidak layak jika dilalui kendaraan roda empat atau lebih. Apalagi kendaraan truk bermuatan melintas jalan milik Kabupaten itu. Mujid mengaku berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPUTR) Gresik namun tak kunjung direspon.

Baca juga: Khadisi Banser yang Wafat Saat Imami Salat Witir Dikenal Ramah, Saksi: Ambruk Saat Mau Sujud

“Saya koordinasi dengan dinas PU pak Gunawan (Kepala dinas PUTR) tidak bisa dihubungi, kondisinya seperti ini kita harus koordinasi secepatnya. Terkait masalah anggaran P-APBD akan kita laksanakan secepatnya, kita angggarkan, PU butuh berapa karena ini sudah tidak bisa direhab, kemiringan seperti ini,” terangnya, Minggu (18/4/2021).

Mujid menyebut kondisi jembatan itu rusak paling parah terjadi pada tahun ini, setiap tahunnya ada kerusakan, kerusakan tergerus ai sehingga retak-retak. Ditambah lagi jalur ini juga jalan alternatif.

“Dilewati truk pembawa material. Tidak ada masalah kalau jembatannya bagus. Warga Menganti, Benjeng, Balongpanggang bisa lewat sini, jalan alternatif Domas Menganti menuju Desa Gluranploso, Kecamatan Kedamean,” paparnya.

Menurutnya, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 2 miliar, tidak hanya pembangunan jembatannya saja, meliputi plengsengan minimal 20 meter kanan kiri untuk menjaga kekokohan jembatan.

“Ini bongkar total, ini pasti prioritas program visi misi Gus Yani , infrastruktur ini menjadi prioritas. Misalkan ini ambruk akan menyulitkan arus masyarakat di dua kecamatan ini, perekonomian warga yang bekerja di Surabaya atau ke pasar maupun Gresik kota. Tahun ini harus tuntas,” tegasnya lagi.

Pihaknya mengimbau, kendaraan besar seperti truk jangan melintasi jalan ini dahulu, karena bahaya.

“Jika terus dilewati karena kontruksi ini sudah ambruk, kalau nanti ambruk membahayakan, bisa menelan korban jiwa karena tingginya dari sungai sekitar tiga meter lebih,” tutupnya.

Salah seorang pengendara kendaraan roda dua bernama Andy mengaku terganggu saat melintas. Karena harus ekstra hati-hati. Apalagi kondisi jembatan itu miring.

“Sangat menganggu karena sering lewat sini. Pesannya terutama truk bermuatan itu dihentikan dulu, kasihan warga. Harapan saya karena disini juga jalan alternatif ketika jalan morowudi terendam banjir luapan Kali Lamong biar warga tidak terganggu karena ini parah sekali,” kata dia. (wil)

Kumpulan berita Gresik terkini

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved