Breaking News:

Berita Surabaya

Apes, Gara-gara Curi Jendela dan Pintu, Empat Pria Ini Gagal Ikut Lebaran

Komplotan terdakwa terdiri dari Mustain, M. Sainal, Ali Ridho Nur Segi dan Ahmad Efendi diadili atas kasus pencurian. 

tribunjatim/samir
JPU Kejari Tanjung Perak Melli saat sidang dengan empat komplotan pencuri jendela dan pintu di PN Surabaya. 

Reporter: Syamsul Arifin I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Komplotan terdakwa terdiri dari Mustain, M. Sainal, Ali Ridho Nur Segi dan Ahmad Efendi diadili atas kasus pencurian. 

Pencurian yang dilakukan keempat terdakwa ini terbilang unik. Mereka mencuri daun pintu dan jendela rumah yang terbuat dari kayu jati. 

Selain itu, mereka juga mencuri papan dan balok kayu dari rumah yang beralamat di Jalan Panggung, Surabaya.

Jaksa penuntut umum, Duta Mellia dalam dakwaannya menyatakan, keempat terdakwa diam-diam mendatangi rumah yang dihuni Imma Noer Fatimah tersebut pada 7 Desember 2020 pukul 02.00 WIB dini hari. 

Mereka mengambil dua pintu kayu dan empat jendela. Sebanyak 14 papan kayu dan 15 balok kayu jati juga turut dicuri.

"Dengan cara masing-masing terdakwa mencungkil menggunakan linggis," ujar jaksa penuntut umum (JPU) Melli saat membacakan dakwaan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa, (20/4/2021).

Kayu-kayu curian itu lantas dibawa pergi. Mereka menjualnya kepada seorang penadah bernama Murtalim yang kini masih buron. 

Hasil dari penjualan itu lantas dibagi-bagi untuk mereka berempat. 

Sukses dengan pencurian pertama, keempat terdakwa bersama satu pelaku lain, Rois hendak mencuri lagi dengan modus yang sama pada 29 Februari lalu. 

Halaman
12
Penulis: Samsul Arifin
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved