Penelitian Terbaru Bahaya BPA Dalam Kemasan Plastik Kode No.7 Bukan Disinformasi!
kelompok penelitian Fisiologi Hewan pimpinan Dr Stefan Schuster untuk pertama kalinya menyelidiki efek plastik pada antara sel saraf di otak orang
Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
"Betapa ketinggalannya kita. Di luar negeri penelitian BPA sudah pada kesimpulan bahwa BPA berbahaya bagi otak orang dewasa. Sementara di sini, JPKL hanya memperjuangkan agar tidak ada toleransi BPA bagi bayi, balita dan janin, dengan BPOM memberikan Label Peringatan Konsumen pada kemasan. Perjuangan ini pun masih dihalangi oleh pihak - pihak tertentu," kata Roso Daras penuh kekhawatiran.
Karena berdasarkan beberapa penelitian International dan Nasional, serta sejumlah sumber yang dihimpun, bahwa Bisphenol A yang terkandung di dalam plastik, berbahaya bagi bayi karena dapat mempengaruhi berat badan lahir, perkembangan hormonal, perilaku dan resiko kanker di kemudian hari.
Roso Daras menyampaikan bahwa sebenarnya Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) sudah memberlakukan beberapa pencantuman label peringatan konsumen.
Sesuai dengan Per BPOM no. 31 tahun 2018 tentang Label Pangan Olahan :
1. Peringatan terkait pemanis buatan wajib dicantumkan tulisan ”Mengandung pemanis buatan, disarankan tidak dikonsumsi oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui”.
2. Peringatan jika produk pangan proses produksi nya bersinggungan dengan bahan yang bersumber dari babi wajib mencantumkan :
“Pada proses pembuatannya bersinggungan dan/atau menggunakan fasilitas bersama dengan bahan bersumber babi.”
3. Peringatan tentang alergen, pada produk yang mengandung bahan yang dapat mengakibatkan alergi terhadap konsumen tertentu. Keterangan tentang Pangan Olahan yang mengandung Alergen wajib dicantumkan bahan alergen dalam daftar bahan dengan tulisan yang dicetak tebal “Mengandung alergen, lihat daftar bahan yang dicetak tebal.”
4. Peringatan pada label minuman alkohol, pangan yang mengandung alkohol wajib mencantumkan kadar alkoholnya.
5. Peringatan pada label produk susu
Pada Label produk susu harus dicantumkan peringatan berupa tulisan “Perhatikan!, tulisan “Tidak untuk
menggantikan Air Susu Ibu" dan tulisan “Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan”.
Untuk Susu Kental Manis: “Perhatikan!, tulisan "Tidak untuk menggantikan Air Susu Ibu", tulisan “Tidak Cocok untuk Bayi sampai usia 12 bulan”, dan tulisan “Tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya sumber.
"Kami hanya ingin kemasan galon guna ulang yang memakai kemasan plastik dengan kode No7 diberikan label peringatan juga. Itulah yang diperjuangkan JPKL," tutur Roso Daras.
Roso bertekad tak akan mundur dalam mengedukasi masyarakat agar bayi, balita dan janin tidak terpapar BPA.
Karena faktanya untuk botol susu bayi, harus bebas BPA. Itu menandakan BPA itu berbahaya. Dan tidak ada toleransi lagi bagi bayi, balita dan janin ibu hamil. Karena akan menjadi mubazir ketika air yang digunakan bersumber dari galon guna ulang yang mengandung BPA.
Pada kesempatan itu, Roso Daras juga mengatakan alasan galon guna ulang atau galon isi ulang menjadi prioritas utama dalam perjuangan JPKL.
Menurut Roso Daras, karena konsumsi harian masyarakat yang paling banyak selama ini, adalah menggunakan wadah plastik polikarbonat yang mengandung BPA pada kemasan galon guna ulang atau galon isi ulang. Kontrol yang lemah atas perjalanan galon isi ulang pada mata rantai distribusi dari pabrik hingga konsumen yang panjang perjalanannya, sangat rentan terhadap terik sinar matahari yang dapat membuat migrasi BPA pada kemasan galon plastik No.7.
Berita tentang Bahaya BPA
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-jakarta-bahaya-penggunanaan-galon-bpa.jpg)