Breaking News:

Berita Persebaya Surabaya

Persebaya Surabaya Sambut Baik Pemangkasan Tarif Sewa Stadion GBT: Angka yang Cukup Rasional

Persebaya Surabaya merespon positif pemangkasan nilai retribusi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dari 22 juta per jam menjadi 11.5 juta per jam.

TRIBUNJATIM.COM/HABIBUR ROHMAN
Kemeriahan launching tim Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya sebelum uji coba lawan Sabah FA, Sabtu (8/2/2020). 

Reporter: Khairul Amin | Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Persebaya Surabaya menyambut baik pemangkasan nilai sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dari 22 juta per jam menjadi 11.5 juta per jam.

"Alhamdulillah didengar apa yang menjadi masukan kami di hearing, angka ini cukup rasional bagi kami Persebaya," ungkap Sekretaris Persebaya, Ram Surahman pada TribunJatim.com, Rabu (21/4/2021).

Semula, berdasarkan draf Raperda, sewa Stadion GBT mencapai 22 juta per jam, Persebaya sudah menyampaikan keberatan terhadap nominal tersebut.

Baca juga: Pemkot Surabaya Sodorkan Opsi Baru Retribusi Stadion GBT, dari Rp 22 Juta Jadi Rp 11,5 Juta Per Jam

Terbaru, disampaikan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Surabaya, M Afghani Wardhana, setelah pihaknya melakukan pengkajian, nilai sewa mengalami penurunan menjadi 11.5 juta per jam.

Pemangkasan ini terjadi setelah mengeluarkan item yang tidak dibutuhkan tapi masuk dalam harga sewa.

Dua diantaranya adalah biaya penggunaan air dan listrik atau genset.

Dua item itu akan masuk dalam biaya tambahan jika pengguna, masa sewa memasuki malam hari yang memang membutuhkan penerangan.

Mengenai biaya tambahan untuk listrik dan air jika nantinya menggunakan stadion di malam hari, Persebaya tidak mempersoalkan.

Baca juga: Susul Big Six Liga Inggris, AC Milan Jadi Tim Pertama Italia yang Cabut dari European Super League?

Sebaliknya, Ram menilai bahwa adanya ubahan tarif sewa ini sebagai tanda positif masukan dari Persebaya didengar.

Padahal sebelumnya dalam hearing yang dilakukan di Ruang Rapat Komisi B DPRD Kota Surabaya, Senin (19/4/2021) lalu, titik temu antara dua pihak sulit didapat.

"Yang terpenting ini sudah ada semangat untuk perubahan, artinya ini sudah mengakomodir apa yang menjadi keinginan kami, jadi gak ada masalah angka (biaya tambahan) yang baru itu," jelas Ram.

"Kami sampaikan terimakasih pada Pak Eri, Wali Kota Surabaya, temen-temen Pansus, temen-temen DPR, sehingga ini bisa ditemukan solusi terbaik," pungkasnya.

Penulis: Khairul Amin
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved