Ramadan 2021
Sehari Bisa Dapat Ratusan Ribu, Gepeng di Gresik Sebut Pendapatan Masih Sepi
Sebanyak tujuh gelandangan dan pengemis alias Gepeng di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur diamankan petugas.
Penulis: Willy Abraham | Editor: Yoni Iskandar
Reporter : Willy abraham | Editor : Yoni Iskandar
TRIBUNJATIM.COM,GRESIK – Sebanyak tujuh gelandangan dan pengemis alias Gepeng di wilayah Kabupaten Gresik, Jawa Timur diamankan petugas.
Para gelandangan dan pengemis (gepeng) mengaku mendapat uang lebih dari Rp 100 ribu selama Ramadan. Jumlah itu, disebut masih dalam taraf sepi.
Selama bulan ramadan, menjadi kesempatan bagi gelandangan dan pengemis (gepeng) untuk mencari pundi-pundi rupiah. Memasang wajah memelas dan meminta-minta, sambil berkeliling di pusat keramaian seperti pasar takjil.
Kepala UPT Pengelolaan Balai Loka Bina Karya Dinas Sosial Gresik, Widy Subianto menerangkan sudah ratusan gepeng yang diamankan dan diperbolehkan pulang.
Baca juga: Update Klasemen Liga Inggris - Tumbang di Tangan Everton, Arsenal Kian Menjauh dari Zona Eropa
Baca juga: Akhirnya Terucap Maaf Nathalie Holscher ke Sule, Malu Keluarganya Koar-koar, Tetap Sayang Akang
Baca juga: Bersama Yayasan CLP, RS Siti Khodijah Muhammadiyah Cabang Sepanjang Baksos Operasi Bibir Sumbing
Mereka ada yang seorang pengamen, anak jalanan, termasuk para gepeng itu sendiri.
Para gepeng tersebut pun melewati bimbingan assesment, konseling dengan psikolog. Termasuk pencarian alamat dan asal usul masing-masing.
Mereka tinggal beberapa hari dahulu sebelum dipulangkan ke daerah asal.
"Setelah dari sini (balai loka bina karya) langsung kami pulangkan," kata dia, Sabtu (24/4/2021).
Widy menyebut, selama ini para gepeng itu berasal dari luar Gresik. Bisa dibilang, mereka adalah pendatang. Kota Surabaya menjadi penyumbang terbesar para klien tersebut.
"Surabaya lalu ada yang dari Tuban dan Lamongan. Kalau anak jalanan justru paling banyak dari Majalengka, Jawa Barat,” bebernya.
Masih kata Widy, selama ini para gepeng yang terjaring jarang sekali kembali beraksi di Gresik. Bisa dikatakan, mereka benar-benar sudah kembali di daerah asalnya. Rata-rata gepeng yang terjaring adalah wajah baru semua.
Rata-rata penghasilan gepeng yang beroperasi di Gresik berkisar Rp 100 ribu setiap hari.
"Ada yang bisa Rp 125 ribu setiap harinya. Katanya, itu masih itungan penghasilan paling sepi,” kata Widy kepada TribunJatim.com.
Memasang wajah melas untuk mendapatkan pundi uang membuat tergiur. Sanksi yang diberikan seolah hanya formalitas, mereka yang terjaring ke tempat penampungan atau shelter bukan jaminan jumlah para gepeng akan berkurang.
Berita tentang Gepeng
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/berita-gresik-para-gepeng-di-yang-terjaring-di-shelter-dinsos-gresik.jpg)