Berita Kabupaten Malang
Warga Terdampak Gempa di Malang Bersyukur Dapat Bantuan Rumah Darurat Tanggap Bencana dari Relawan
Warga yang terdampak gempa bumi di Malang mengaku bersyukur bisa mendapatkan bantuan rumah darurat tanggap bencana dari para relawan.
Penulis: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
Reporter: Rifki Edgar | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sejumlah warga terdampak gempa bumi di Pamotan, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, mengaku bersyukur telah mendapatkan bantuan rumah darurat tanggap bencana dari relawan.
Rumah darurat tersebut berada di tengah perkampungan penduduk yang saat ini sedang dilakukan proses pengerjaan.
Ketua RT setempat, Isdianto mengatakan, sedikitnya terdapat 18 rumah darurat yang bakal dibangun di kampungnya.
Rumah darurat tersebut merupakan bantuan dari yayasan sembilan belas bersatu dan warga sekitar.
"Sebelum adanya rumah darurat ini kami sempat ditawari dulu oleh relawan. Karena usai kejadian gempa tersebut, banyak warga yang mendirikan tenda darurat di depan rumahnya," ucapnya, Jumat (23/4/2021).
Baca juga: Perum Jasa Tirta I Kirim Bantuan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Malang
Baca juga: Profauna Ungkap Perburuan Satwa Liar di Malang untuk Daging Konsumsi, Dipakai Teman Minum Miras
Di daerah rumah Isdianto, tercatat ada sebanyak 48 rumah yang rusak dari 80 rumah yang ada
Kebanyakan rumah tersebut mengalami retak di bagian tembok, dengan tingkatan kerusakan ringan hingga berat.
Sejumlah warga pun hingga kini terlihat sedang memperbaiki rumahnya yang rusak.
"Setelah ditawari itu saya berminat. Saya tidak tega melihat warga saya hidup di tenda darurat buatan sendiri. Akhirnya dibangunkan rumah darurat ini," ucapnya.
Rumah darurat yang dibangun oleh relawan tersebut memiliki ukuran 3x4 meter, dan terbuat dari pondasi bambu dengan terpal sebagai penutupnya.
Baca juga: Polisi Kuak Petunjuk-petunjuk di Balik Kasus Penemuan Mayat Terbungkus Karpet di Malang
Baca juga: Sempat Mengira Ada Orang Gila Tidur, Warga Malang Terkaget-kaget Temukan Mayat Terbungkus Karpet
Di depan rumah juga dilengkapi dengan tatanan batu-batu dan dihiasi bunga.
Hal tersebut dilakukan, agar rumah darurat terlihat asri dan tidak didatangi oleh binatang buas seperti ular.
"Karena ini dibangun di lahan kosong. Jadi harus kami kasih bunga dan batu bata untuk menghindari ular yang masuk. Satu rumah darurat ini bisa ditempati satu orang keluarga," ucapnya.
Isdianto pun berharap ke depan ada bantuan berupa santunan ataupun material yang diberikan kepada masyarakat terdampak gempa di desanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/rumah-darurat-tanggap-bencana-berdinding-terpal-dan-asbes-di-desa-pamotan-dampit-kabupaten-malang.jpg)