Berita Malang
Malang Gempar, Hendak BAB, Pria Ini Malah Bernasib Nahas, Polisi Ungkap Fakta Penting
Warga sekitar aliran sungai Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Gondanglegi mendadak digemparkan sesosok pria tak bernyawa hanyut terbawa arus
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Januar
Reporter Erwin Wicaksono | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Warga sekitar aliran sungai Desa Ketawang, Kecamatan Gondanglegi, Gondanglegi mendadak digemparkan sesosok pria tak bernyawa hanyut terbawa arus, Senin (26/4/2021).
Saat dipinggirkan ke tepi sungai, identitas mayat tersebut diketahui bernama Tomy Fendy Hendrawijaksa (40) warga Desa Pesanggrahan, Kota Batu.
Saksi mata bernama M. Anas mengatakan dirinya melihat korban mengambang di sungai tepatnya di depan Pondok Al-Rifa'i. Sontak beberapa warga yang melihat pun berteriak.
Baca juga: Korban Penusukan oleh Trainer Gym di Surabaya Meninggal, Pembullyan Jadi Latar Belakang Pelaku
"Saat itu seketika kami bersama-sama kami naikkan (mayat) ke plengsengan," katanya sembari menunjuk arah sungai.
Usai dievakuasi ke daratan, Anas mendapati korban tak mengenakan celana.
Sementara itu, ia juga menerima informasi jika ada warga yang menemukan motor di sebelah sungai. Tepatnya tak jauh dari lokasi penemuan mayat tersebut.
Di samping motor ditemukan satu buah tas berwarna biru dongker. Tas itu berisi beberapa barang dan identitas milik mayat ditemukan oleh warga.
"Ketika ditemukan tasnya juga masih utuh tidak ada yang hilang. Dilihat identitasnya memang tepat," beber pegawai Pondok Pesantren Al-Rifa'i itu.
Anas bercerita jika selama ini dirinya tak pernah menemukan mayat mengambang di aliran sungai tersebut.
"Karena sungai ini dangkal. Hanya se-paha saya (orang dewasa). Kalau dalam kondisi sadar hanyut terseret arus ya gak pernah," bebernya.
Tak jauh dari lokasi penemuan mayat, seorang rekan kerja korban bersaksi bahwa Tomy merupakan pekerja kontrak Dinas Pekerjaan Umum dan Sumber Daya Manusia (PUSDA) Kabupaten Malang.
Mendiang bekerja di wilayah Desa Ganjaran Gondanglegi.
Pria yang enggan menyebutkan namanya itu sering mendapati korbam pingsan secara mendadak. Ia menduga korban mengidap suatu penyakit.
"Saya terakhir lihat dia (korban) pingsan sekitar 6 bulan yang lalu. Ketika naik sepeda motor tiba-tiba pingsan. Sekitar 2 jam akhirnya sadar dan normal lagi," kenangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/lokasi-penemuan-jenazah-di-malang.jpg)