DPD RI

LaNyalla, Ketua DPD Ingatkan Pemda Kelola APBD Secara Sehat dengan Prinsip SAKIP

Pengelolaan anggaran yang sehat, adil, efektif, dan efisien oleh pemerintah daerah (Pemda) menjadi perhatian serius Ketua DPD RI, AA LaNyalla

Penulis: Yoni Iskandar | Editor: Yoni Iskandar
dokumen Humas DPD RI
Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti saat memberikan keterangan keada media 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pengelolaan anggaran yang sehat, adil, efektif, dan efisien oleh pemerintah daerah (Pemda) menjadi perhatian serius Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Menur LaNyalla, Pemda harus mampu mengelola APBD secara optimal.

Senator asal Jawa Timur itu menggarisbawahi mengenai skema Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang harus menjadi rujukan Pemda.

"Pemda harus mampu melakukan pengelolaan APBD secara sehat, adil, efektif, dan efisien. Pengelolaan APBD juga harus berorientasi pada hasil yang optimal dalam pembangunan, terutama pembangunan kesejahteraan masyarakat," tuturnya, Senin (26/4/2021).

Menurut LaNyalla, kepala daerah harus terus meningkatkan kinerja untuk mewujudkan hal tersebut.

"Kepala daerah harus menempatkan prinsip SAKIP yang baik dalam pengelolaan anggaran agar penyerapan anggaran dipastikan tepat sasaran di berbagai sektor," ujarnya.

SAKIP pemerintah kota, kabupaten, dan provinsi dinilai oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Predikat SAKIP dibagi menjadi C, CC, B, BB, A, dan AA untuk memetakan instansi pemerintah pada beberapa kategori.

Baca juga: LaNyalla, Ketua DPD RI Apresiasi PUPR Bangun MCK di Pondok Pesantren/LPK

Baca juga: Sule Talak Nathalie saat Bulan Madu? Malam ini Saya Ceraikan, Pertengkaran Dikuak Oma Hetty: Panas

Baca juga: Gercep Hotman Siap Tanggung Biaya Anak Awak KRI Nanggala, Ogah Cuma Koar di Medsos: Sebagai Bukti

"Pengkategorian ini bertujuan untuk memetakan tingkat efektivitas dan efisiensi penggunaan anggaran yang merupakan hasil dari implementasi manajemen dan anggaran berbasis kinerja secara berkesinambungan. Maka Pemda harus terpacu membuat program seoptimal mungkin agar bisa berprestasi," kata LaNyalla.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur ini juga menyoroti kinerja sejumlah daerah yang dianggap memuaskan melalui peningkatan nilai SAKIP.

Seperti Kota Malang yang mendapat predikat A (memuaskan) untuk penilaian SAKIP 2020, dari yang sebelumnya hanya mendapat predikat BB (sangat baik).

Provinsi yang mendapat nilai AA (sangat memuaskan) pada penilaian SAKIP diraih oleh Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penganugerahan predikat tersebut dilakukan pada SAKIP RB (Reformasi Birokrasi) award tahun 2020 yang digelar pada Kamis (22/4) lalu.

"Saya mengucapkan selamat kepada Pemprov DIY yang kembali mendapat nilai AA pada SAKIP 2020. Ini bukti komitmen pemda untuk menerapkan pengelolaan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Saya juga mengucapkan selamat kepada Pemda yang berhasil meningkatkan prestasinya, termasuk Pemkot Malang," katanya.

LaNyalla mengakui, penerapan SAKIP memang sulit di awal. Namun ia yakin, jika tahap demi tahap dilakukan secara konsisten maka Pemda akan betul-betul memberikan program nyata untuk rakyat dengan birokrasi dan penganggaran yang efektif dan efisien.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved