Ramadan 2021

Pentingnya Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini, Berikut Tips dari Psikolog yang Bisa Coba Dilakukan

Mengajarkan anak mulai berpuasa sejak dini itu penting. Inilah sejumlah tips ajarkan anak puasa, dari psikolog.

Penulis: Christine Ayu Nurchayanti | Editor: Dwi Prastika
ISTIMEWA
Ilustrasi anak menjalankan ibadah puasa - Pentingnya Mengajarkan Anak Berpuasa Sejak Dini, Berikut Tips dari Psikolog yang Bisa Coba Dilakukan. 

Reporter: Christine Ayu | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Selain mengajak untuk menjalankan ibadah, ternyata mengajarkan anak berpuasa sejak dini juga bermanfaat terhadap perkembangan diri mereka.

"Dari perspektif psikologi, kegiatan puasa yang diajarkan sejak dini bisa mengajarkan self control (kontrol diri) pada anak," ungkap dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya, Stefani Virlia MPsi Psikolog, Selasa (27/4/2021).

Dalam hal ini, ada tiga komponen self control yang diajarkan.

Pertama yakni perilaku, berkaitan dengan sikap menahan makan, minum, dan kegiatan yang membatalkan puasa lainnya.

"Kedua yakni mengendalikan secara kognitif, yakni pikiran-pikiran yang negatif. Ketiga, puasa juga mengajarkan anak untuk membuat komitmen. Hal ini karena mereka diajak berpuasa sampai batas waktu tertentu," katanya. 

Namun bagi sebagian besar anak, berpuasa menjadi kegiatan yang sulit.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan orang tua.

Baca juga: Tip Olahraga Saat Puasa Ala Verawaty Budiyanto, Pilih Bodyweight Training: Tidak Menguras Tenaga

"Orang tua harus menjelaskan atau memberikan informasi kepada anak dengan cara dan bahasa yang mudah dipahami," ungkap Stefani.

Bukan hanya lewat penuturan, orang tua juga harus mencontohkan melalui tindakan. Sebab, anak-anak belajar melalui observational learning atau belajar lewat mengamati.

Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya, Stefani Virlia MPsi Psikolog, 2021.
Dosen Fakultas Psikologi Universitas Ciputra Surabaya, Stefani Virlia MPsi Psikolog, 2021. (istimewa)

"Orang tua juga harus mencontohkan. Melihat orang tua sahur, anak juga ikut sahur. Melihat orang tua beribadah, anak juga akan ikut beribadah," urai Stefani. 

Namun yang perlu diperhatikan, anak-anak tidak boleh dipaksa. Apalagi, jika baru belajar berpuasa.

"Anak-anak kan suka nggak kuat kalau berpuasa. Berikan kesempatan trial dan error. Artinya, anak jangan dipaksa langsung berpuasa full. Ajarkan secara bertahap. Awalnya puasa setengah hari, baru sehari penuh," ujarnya.

Baca juga: Minuman Susu Kurma Produksi Ibu Muda Kota Blitar Ini Laris Saat Ramadan, Cocok Jadi Menu Buka Puasa

Paling penting, orang tua harus memberikan informasi secara baik dan benar. Anak harus mendapatkan penjelasan tentang sesuatu yang diperkenankan dan tidak. 

"Misalnya, saat anak tiba-tiba ambil makanan di dapur secara diam-diam, jangan langsung dimarahi. Berikan penjelasan, pendekatannya berbeda," pungkas Stefani.

Ikuti serba-serbi Ramadan 2021 lainnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved