Breaking News:

Pasar Menjanjikan, BSN Pasarkan Kopi Lereng Bromo Dengan Target Laku 1 Ton Per Bulan

PT Berkah Sahabat Negeri (BSN) menggandeng kelompok tani di kawasan lereng pegunungan Bromo di wilayah Kabupaten Pasuruan untuk memproduksi kopi Balad

sri handi lestari/surya
B Samiko, Direktur Utama BSN bersama Musmin Nuryadi, Direktur PT BSN, saat mengenalkan produk kopi Balad di Surabaya, Selasa (27/4/2021). 

Reporter : Sri Handi Lestari | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - PT Berkah Sahabat Negeri (BSN) menggandeng kelompok tani di kawasan lereng pegunungan Bromo di wilayah Kabupaten Pasuruan untuk memproduksi kopi Balad.

Dengan tiga varian, PT Berkah Sahabat Negeri (BSN) genjot pemasaran baik secara online maupun offline dengan memanfaatkan semua peluang yang tersedia.

Musmin Nuryadi, Direktur PT BSN, mengatakan, produk ini telah melalui produksi dan uji pasar sejak Desember 2020 lalu.

"Alhamdulillah respon pasar positif, dan hari ini dengan memanfaatkan momentum Ramadan, kami launching produk kopi kami dengan brand Balad," kata Musmin, disela acara yang digelar di Namira Hotel, Surabaya, Selasa (27/4/2021).

Lebih lanjut, Musmin menjelaskan, saat ini pihaknya telah menggandeng kelompok tani kopi di lereng pegunungan Bromo dan Tengger yang dengan luasan lahan sekitar 40 hektar.

"Dengan potensi panen biji kopi antara 1 sampai 2 ton per hektar setiap musim panen. Untuk hal itu kami ada tiga jenis varian yang seluruhnya diambil dari kebun petani yang kami gandeng," jelas Musmin.

Baca juga: Robusta Jadi Pilihan Kopi Rakyat Jawa Timur

Varian tersebut meliputi robusta (organik), Green coffe serta arabica.

Saat ini ketiga varian produk kopi ini telah dipasarkan BSN dalak bentuk kemasan ukuran 200 gram.

Terkait pemasarannya, BSN menggandeng jaringan minimarket 212 mart Surabaya, Skomil Surabaya dan lainnya. Perusahaan yang berkantor di kawasan Bendul Merisi ini juga mengambil peluang memasarkan ke luar negeri. Dengan menggandeng diaspora orang Indonesia yang diluar negeri salah satunya di Qatar.

"Ada permintaan untuk masuk ke koperasi diaspora Indonesia di Qatar. Dan kami sudah siapkan untuk bisa kirim kesana," tambah B Samiko, Direktur Utama BSN.

Pihaknya juga mengikuti berbagai peluang pasar yang saat ini banyak difasilitasi pemerintah, BUMN maupun swasta untuk memperluas pasar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Baca juga: 40 Pekebun Dari Labuan Bajo Benchmarking Industri Pariwisata Melalui Kopi di Banyuwangi

"Banyak peluang kami ikuti, seperti Webinar mengenalkan produk UMKM kami juga join dan kenalkan kopi Balad ini," ungkap Samiko.

Kedepan, pihaknya mentargetkan bisa memenuhi pasar ekspor sekitar 40 persen dan sisanya pasar lokal. Diakui Samiko, potensi pasar kopi baik lokal maupun ekspor masih sangat besar.

"Dan itu juga didukung dengan produksi kopi Indonesia yang juga melimpah. Target kami kedepan bisa kerjasama lagi dengan petani kopi dengan luasan lahan hingga 380 hektar," ungkap Samiko kepada TribunJatim.com.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved