Breaking News:

Berita Banyuwangi

Luncurkan Program SMS Pisan Jadi Cara Baru Banyuwangi Kerek Produktivitas Sapi

Luncurkan program SMS Pisan menjadi cara baru Banyuwangi kerek produktivitas sapi. SMS Pisan kepanjangan dari sapi manak setahun pisan.

TRIBUNJATIM.COM/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meluncurkan program SMS Pisan, kepanjangan dari sapi manak setahun pisan (sapi beranak setahun sekali), Kamis (29/4/2021). 

Reporter: Haorrahman | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi meluncurkan program SMS Pisan, kepanjangan dari sapi manak setahun pisan (sapi beranak setahun sekali).

Program ini memberikan treatment kepada indukan sapi yang mengalami gangguan reproduksi sehingga mereka dapat bereproduksi secara maksimal, yaitu satu tahun sekali.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani meluncurkan langsung program tersebut di sela-sela kegiatan bupati ngantor di desa (Bunga Desa) di Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Kamis (29/4/2021).

Ipuk didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Arief Setyawan. Turut hadir Kepala UPT  Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Jawa Timur, Dr drh Iswahyudi.

“Semoga dengan program SMS Pisan ini, populasi sapi di Banyuwangi bisa semakin meningkat, ujungnya tentu meningkatkan kesejahteraan kawan-kawan peternak,” kata Ipuk. 

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi, Arief Setyawan menjelaskan, program SMS Pisan ini mendorong agar sapi-sapi di Banyuwangi dapat bereproduksi dan berproduksi secara maksimal. 

“Target kami, setiap induk sapi bisa beranak setahun sekali. Dalam program ini, kami siapkan tim yang bertugas mendampingi sapi-sapi yang bermasalah agar bisa produktif kembali. Sehingga seusai melahirkan, saat anaknya usia tiga bulan, si induk sudah bisa bunting lagi,” kata Arief. 

Dalam pelaksanaannya nanti, kata Arief, tim akan melakukan pendampingan kepada sapi-sapi yang mengalami gangguan reproduksi. Sapi yang tidak birahi akan dibuat birahi. 

Baca juga: Bersama Menlu, Bupati Banyuwangi Bahas Perlindungan-Pemberdayaan Pekerja Migran dan Keluarganya

“Kami berikan treatment khusus, agar reproduksinya bisa sama dengan sapi lainnya," kata Arief. 

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved