Breaking News:

Berita Banyuwangi

Bersama Menlu, Bupati Banyuwangi Bahas Perlindungan-Pemberdayaan Pekerja Migran dan Keluarganya

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan sejumlah program daerah terkait perlindungan serta pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dan

surya/haorrahman
Bupati Banyuwangi Ipuk Festiandani memaparkan sejumlah program daerah terkait perlindungan serta pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya di masa pandemi Covid-19 di hadapan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Pusat Kajian Migrasi Migrant Care Anis Hidayah. 

Reporter: Haorrahman I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan sejumlah program daerah terkait perlindungan serta pemberdayaan bagi pekerja migran Indonesia (PMI) dan keluarganya di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Bupati Ipuk di hadapan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Ketua Pusat Kajian Migrasi Migrant Care Anis Hidayah dalam forum diskusi virtual.

Forum diskusi virtual itu digelar oleh salah satu media nasional, belum lama ini. Acara ini adalah rangkaian dari diskusi 50 tokoh perempuan Indonesia yang dinilai berpengaruh dalam menghadapi pandemi.

Ketiga tokoh perempuan tersebut berdiskusi peran masing-masing terkait perlindungan-pemberdayaan PMI serta keluarganya.

Baca juga: Pilu Bocah Penjual Sate Kol Menangis, Ditinggal Seorang Diri, Terbaring Lemas Tunggu Jemputan Ibu

Dalam kesempatan tersebut, Menlu Retno menjelaskan berbagai upaya menjalankan politik diplomasi di masa pandemi. Mulai lobi ke berbagai pihak untuk mendatangkan vaksin Covid-19 hingga evakuasi 243 WNI di Wuhan, China, pada awal Februari 2020.

Sementara Ipuk, dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah, memaparkan, Pemkab Banyuwangi terus berupaya memberikan dukungan untuk perlindungan serta pemberdayaan PMI dan keluarganya.

Baca juga: Ketahuan Warga, Maling di Surabaya Pilih Lompat ke Kali Jagir, Bekali Diri dengan Kunci Magnet

"Kami juga baru saja berdiskusi dengan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BPMI) dan koordinator BP2MI Banyuwangi terkait upaya-upaya perlindungan apa yang bisa dikolaborasikan, terutama untuk mencegah pekerja ilegal,” kata Ipuk.

Ipuk lalu memaparkan dukungan program perlindungan bagi pekerja di luar negeri, misalnya pada tahun lalu, Pemkab Banyuwangi mengirim puluhan ribu masker untuk pekerja migran di Hongkong saat masker langka di sana.

Baca juga: Viral Video Anak Kru KRI Nanggala 402 Larang Ayahnya Pergi, Seakan Punya Firasat, Pintu Dikunci

Sementara untuk pemberdayaan keluarga PMI di Banyuwangi maupun purna migran, pemkab telah menjalankan sejumlah skema.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved