Breaking News:

Stasiun Gubeng Dipadati Penumpang

13 Ribu Warga Jatim Keluar Kota Naik KA, Alasannya Pulkam, 'Bukan Mudik'

Menjelang resminya larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah per tanggal 6 Mei 2021 mendatang, masyarakat Jawa Timur yang keluar kota naik Keret

TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
Warga saat menaiki KA Bima di Stasiun Gubeng. Menjelang H-4 resminya larangan mudik tercatat ada sebanyak 13.000 orang yang melakukan luar kota dengan naik KA dari keberangkatan diseluruh Stasiun yang ada di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA Menjelang resminya larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah per tanggal 6 Mei 2021 mendatang, masyarakat Jawa Timur yang keluar kota naik Kereta Api (KA) dari keberangkatan Stasiun-Stasiun di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya tercatat hari Minggu ini (2/5/21) menembus angka 13 ribu penumpang.

Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif mengatakan, untuk per hari Minggu ini total ada 13.000 penumpang yang melakukan keberangkatan dari seluruh stasiun yang ada di wilayah PT KAI Daop 8 Surabaya.

Kendati demikian, angka jumlah penumpang itu menurut Luqman kondisinya normal.

"Pekan-pekan sebelumnya, secara total, meliputi KA Lokal dan Jarak Jauh jumlah penumpangnya juga segitu, sekitar 13 ribuan. Jadi bukan karena orang melakukan luar kota karena mumpung belum memasuki tanggal resminya larangan mudik," jelasnya kepada Tribun dan Harian Surya, Minggu (2/5/21).

Ditanyai soal total keberangkatan seluruh penumpang KA di Stasiun Gubeng saja per data hari ini, ia mengatakan ada sebanyak 2.300 penumpang.

Sementara itu, satu diantara ribuan orang yang akan melakukan perjalanan keluar kota naik KA Bima dari keberangkatan Stasiun Gubeng, Chirma Mahdania (19) mengatakan dirinya tidak mudik melainkan pulang kampung.

Baca juga: Breaking News- Jelang Larangan Mudik, 2.300 Penumpang Luar Kota Naik KA dari Stasiun Gubeng

"Saya mau ke pulang ke Madiun, bukan mudik mas, saya di sini tinggal sama nenek kakek di Sukodono, kalo orang tua di Madiun," kata Chirma.

Chirma tak sendirian, ia pulang kampung ke Madiun juga bersama kakak perempuannya yang bernama Syarifa (23).

Syarifa sudah bertahun-tahun tinggal bersama nenek kakeknya di Sukodono.

"Saya kerja disini uda bertahun-tahun, ini mumpung tempat kerja saya memberlakukan WFH jadi saya pulang kampung ke Madiun," kata Syarifa.

"Jadi bukan mudik loh mas, pulkam. Lagi pula saya juga uda dapet ijin surat keterangan dari tempat kerja saya untuk pulkam," tambah Syarifa.

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved