Breaking News:

Ironi Kemeriahan di Kota Milan dan Manchester, Pesta Sesungguhnya Vs 'Pesta Abal-abal'

Ada ironi kemeriahan yang terjadi di Manchester dan Milan. Milan meraih karena pesta Inter Milan scudetto, Manchester meriah karena demo suporter

(Piero CRUCIATTI / AFP)
Para suporter Inter Milan melakukan selebrasi di Piazza Duomo, Milan, Minggu (2/5/2021) setelah klub kesayangan mereka memastikan diri meraih scudetto alias juara Serie A musim 20210-2021. 

Editor: Taufiqur Rochman

TRIBUNJATIM.COM - Dua kisah kontradiktif terjadi di Kota Manchester dan Milan pada Minggu (2/5/2021) malam waktu Indonesia.

Pasalnya, keramaian yang terjadi sungguh berbanding terbalik.

Iya, selepas pertandingan Sassuolo versus Atalanta di Liga Italia, para pendukung Inter Milan beramai-ramai turun ke jalan.

Sebab, klub kebanggaan mereka sudah menyegel gelar juara Serie A ketika kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Italia menyisakan empat laga.

Hasil Sassuolo versus Atalanta yang membuat Inter tak perlu menunggu lebih lama lagi untuk mengakhiri penantian selama 11 tahun guna meraih scudetto.

Atalanta, yang menjadi pesaing terdekat Inter, hanya mampu bermain imbang 1-1.

Dengan demikian, Inter unggul 13 poin atas sang rival sehingga posisi mereka takkan mungkin tergoyahkan lantaran Serie A menyisakan tiga laga.

Ya, jumlah pertandingan tersebut hanya menyediakan maksimal 12 poin.

Artinya, Inter tetap unggul satu angka meski kalah dalam semua laga tersisa dan Atalanta menyapu bersih selusin poin itu.

Halaman
1234
Editor: Taufiqur Rohman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved