Breaking News:

Berita Politik

PAN dan Partai Ummat Punya Irisan Segmentasi Pemilih Yang Sama, Pengamat Politik Beri Resep Khusus

Segmentasi pemilih antara Partai Ummat dan PAN diprediksi masih akan terus beririsan termasuk di konstelasi politik di Jawa Timur. Sehingga, ke depan

SURYA/FATIMATUZ ZAHROH
Dosen Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam. 

Reporter : Yusron Naufal Putra | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Segmentasi pemilih antara Partai Ummat dan PAN diprediksi masih akan terus beririsan termasuk di konstelasi politik di Jawa Timur. Sehingga, ke depan kedua partai tersebut harus memastikan untuk melakukan ekspansi segmentasi pemilih.

Kedua partai tersebut memang kerap dihubungkan lantaran tak bisa dilepaskan dari perjalanan politik para tokohnya. 

Dimana pendiri Partai Ummat yaitu Amien Rais sebelumnya merupakan tokoh yang membesarkan nama PAN, sebelum akhirnya keluar dan mendirikan partai anyar. 

Peneliti senior SSC Surokim Abdussalam mengatakan, tak bisa dipungkiri, PAN dan Partai Ummat pasti akan berhimpitan pada perebutan segmen pemilih kelas menengah moderat yang sama. Atau di basis pemilih Muhammadiyah. 

"Karena adanya ikatan sejarah dengan para pendirinya," kata Surokim, Senin (3/5/2021). 

Segmen ini, kata Surokim, sebenarnya sangat ketat sehingga terbilang beresiko bagi keduanya jika menjadi segmentasi penopang utama partai. Sebab selama ini, pemilih Muhammadiyah relatif cair dan dinamis sehingga juga bisa memilih partai tengah nasionalis moderat lainnya. 

Menurut Surokim, jika keduanya ingin eksis dan sukses di pertarungan politik, tentu eksplorasi dan ekspansi segmentasi pemilih menjadi keniscayaan. Keduanya harus dapat melakukan perluasan segmentasi. Sehingga harus mampu menggarap segmentasi lain. Ekspansi itu juga penting untuk menguatkan identitas partai. 

"Seperti menjadi partai nasionalis religius pro millenial dan partai pro perempuan yang masih prospektif untuk menambah ceruk dukungan pemilih," ujarnya. 

Lebih lanjut Surokim berpandangan, dalam konteks Jawa Timur, kedua partai tersebut juga harus mampu untuk cermat membaca tren perilaku pemilih. Memahami faktor sosio demografis, psikografis dan rasional ekonomis pemilih Jatim yang dinamis penting untuk dilakukan. 

Baca juga: Duet Anies-Khofifah Disebut Ideal di Pilpres 2024, PPP Jatim Nilai Keduanya Potensial

"Karena sesungguhnya perilaku pemilih kian kompleks, uncertain, dan volatile yg butuh pendekatan omni untuk bisa memahami itu semua," ungkapnya. 

Keduanya, kata Surokim, perlu terus memperhatikan betul kondisi politik di Jawa Timur. Sekaligus memastikan untuk terus melakukan ekspansi dan eksplorasi. 

"Keduanya akan diuji apakah bisa sama-sama eksis dan ekspansif diluar basis utama itu. Bisakah keduanya meraih dukungan pemilih milenial dan perempuan yg masih terbuka dan dinamis itu. Hal itu sesungguhnya yg akan menjadi tantangan keduanya," ungkap Surokim

Kumpulan berita Jatim terkini

Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved