Breaking News:

Ramadan 2021

Sempurnakan Puasa dengan Zakat Fitrah dan Zakat Maal

Ramadhan segera berakhir, saatnya menyempurnakan ibadah puasa dengan berzakat dan terus memperbanyak sedekah. Dengan demikian, ibadah puasa kita mak

Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
istimewa
KH Ahsanul Haq (Ketua MUI Jawa Timur) 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

Oleh : KH Ahsanul Haq (Ketua MUI Jawa Timur)

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ramadhan segera berakhir, saatnya menyempurnakan ibadah puasa dengan berzakat dan terus
memperbanyak sedekah. Dengan demikian, ibadah puasa kita makin bermakna karena tidak hanya bersifat ritual tapi juga bermanfaat untuk sesama umat manusia.

Harus dipahami, zakat dan sedekah memiliki perbedaan. Zakat merupakan rukun Islam yang wajib dilakukan oleh setiap muslim dengan syarat dan kriteria tertentu. Zakat tidak cukup dengan asal berbagi kepada sesama. Sebab Islam telah mengaturnya secara rinci. Mulai dari waktu, bentuk, kadar, hingga siapa yang berhak menerima (mustahik).

Penerima zakat sendiri dibatasi hanya untuk delapan golongan. Alquran surat At-Taubah ayat 60 menyatakan : “Sungguh zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.”

Artinya, selain delapan golongan tersebut tidak diperkenankan menerima zakat. Sedangkan sedekah hukumnya sunah (anjuran) yang pelaksanaannya lebih luas. Waktunya bebas, penerimanya boleh siapa saja dan bentuknya pun tidak harus berupa harta. Sedekah
bisa dilakukan dalam bentuk ilmu, uang, makanan, barang, ide, pikiran, tenaga, waktu, bahkan senyum dan kata-kata yang baik.

Zakat sendiri terdiri dari dua jenis; zakat fitrah dan zakat maal (harta). Zakat fitrah wajib bagi setiap muslim yang hidup di akhir Ramadhan dan memiliki kelebihan makanan pokok. Artinya setiap muslim (dewasa anak-anak, laki-laki atau perempuan, sehat atau sakit), yang saat malam takbiran memiliki makanan lebih, maka ia wajib membayar zakat fitrah.

Tentu dalam satu keluarga, kepala keluarga wajib menanggung anggota keluarga yang nafkahnya berada dalam
tanggug jawabnya.

Baca juga: Keutamaan Membayar Zakat Fitrah saat Ramadan, 5 Pahala Diraih Bagi Pembayar, Ini Niat Zakat Fitrah

Hikmah syariat zakat fitrah ini adalah untuk tazkiyatun nafsi dan tanmiyatul amaliah atau membersihkan jiwa dan meningkatkan amal saleh. Sehingga zakat fitrah ini diharapkan menyempurnakan ibadah puasa karena menjadi pembersih jiwa, terutama sebagai pembersih
dari hal-hal yang mengotori puasa.

Di sisi lain, zakat fitrah juga berfungsi untuk menghadirkan kebahagiaan bagi fakir dan miskin saat menyambut Idul Fitri karena memiliki bekal makanan yang cukup.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved