Berita Jatim

Serasa Bukber di Kereta, Ada Resto Dengan Nama-nama KA di Stasiun Gubeng

Bagi kalian yang ingin merasakan sensasi buka bersama di Kereta Api tapi (KA) tanpa perlu naik Kereta Api sungguhan, beragam rumah makan (restoran)

Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Fikri Firmansyah
(ki-ka) Jane, pemilik resto KA Bima dan Didit, pemilik resto KA Turangga saat ditemui TribunJatim.com, Selasa (11/5/21). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Bagi kalian yang ingin merasakan sensasi buka bersama di Kereta Api tapi (KA) tanpa perlu naik Kereta Api sungguhan, beragam rumah makan (restoran) di Stasiun Gubeng mungkin bisa kalian coba.

Ya, itu karena resto-resto UMKM binaan PT KAI Daop 8 tersebut punya nama yang sama dengan nama-nama KA.

Seperti Resto KA Turangga, Logawa, Bima, Sancaka, Turangga dan masih banyak yang lainnya.

Pemilik Resto KA Turangga, Didit Agus Nugroho mengungkapkan bahwa pihaknya memang sengaja menamai restonya dengan nama KA karena untuk mengapresiasi pihak PT KAI Daop 8 Surabaya yang sudah menyediakan fasilitas bagi para pelaku UMKM seperti dirinya.

"Memang disini kami dan teman-teman sengaja menamai resto dengan nama KA untuk mengapresiasi PT KAI Daop 8 Surabaya yang sangat peduli terhadap pelaku UMKM," terang Didit kepada TribunJatim.com, Selasa (11/5/21) di Stasiun Gubeng.

Baca juga: Larang Takbir Keliling, Pemkot Blitar Perbolehkan Masyarakat Salat Idul Fitri di Masjid

Pria berusia 60 tahun itu juga mengungkapkan aneka kuliner yang ia jual meliputi makanan nasi, makanan ringan dan beragam jenis minuman.

Semua aneka makanan tersebut khas nusantara.

Harga yang ditawarkan pun cukup hemat dikantong.

"Termahal untuk nasi ada nasi rawon yang saya jual hanya seharga 25 ribu, sedangkan termurah ada nasi penyet telor seharga 13 ribu," kata Didit.

Begitu pun demikian untuk jenis minuman, ada Es Teh seharga 5 ribu dan Es Jeruk Seharga 8 ribu.

Tak hanya Didit, aneka makanan dan minuman khas nusantara juga ditawarkan oleh Bu Jane.

Wanita berusia 52 itu adalah pemilik Resto KA Bima.

Sama halnya dengan Didit, Bu Jane juga menjual makanan dan minuman dengan harga yang juga hemat di kantong.

Jane mengatakan untuk makanan nasi termahal hanya 20 ribu yakni nasi soto, sedangkan yang termurah ada nasi penyet lele seharga 14 ribu saja.

"Sementara untuk minuman ada Es Teh seharga 5 ribu dan Teh Hangat seharga 3 ribu saja," pungkas Jane.

Untuk diketahui, saat kalian akan berbuka puasa disini, suasana bukber di KA pun terasa kental ketika ada KA yang tiba maupun datang di Stasiun Gubeng.

Belum lagi lokasi restoran UMKM binaan PT KAI Daop 8 Surabaya ini berada tepat di area pintu keluar Stasiun.

Kumpulan berita Jatim terkini

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved