Motif Pengeroyokan Pemuda di Ngawi Terungkap, Dipicu Miras dan Ikut-ikutan

Polres Ngawi mengungkap motif penganiayaan, terhadap seorang pemuda inisial AZ (20), di sekitar Pasar Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi.

Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Samsul Arifin
Tribun Jatim Network/Febrianto Ramadani
UNGKAP MOTIF - Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso, membeberkan motif pengeroyokan viral terhadap seorang pemuda ditemui di Mapolres Ngawi Selasa sore (7/4/2026). Polisi menetapkan 2 tersangka pengeroyokan yang terjadi di Pasar Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Minggu siang (5/4/2026) 
Ringkasan Berita:
  • Dua pelaku remaja diamankan polisi usai pengeroyokan viral.
  • Motif diduga karena ikut-ikutan dan dalam pengaruh miras.
  • Korban sudah pulih dan tidak mengalami luka serius.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, NGAWI - Polres Ngawi mengungkap motif pengeroyokan terhadap seorang pemuda berinisial AZ (20) yang terjadi di sekitar Pasar Kerten, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Aksi tersebut dipicu faktor spontanitas dan pengaruh minuman keras.

Aksi pengeroyokan yang terjadi pada Minggu siang (5/4/2026) viral di media sosial, hingga menjadi buah bibir bagi netizen. 

Pasalnya, saat kejadian korban disebut sedang berboncengan dengan ibunya. Namun polisi meluruskan bahwa korban tengah menjemput adiknya.

Dari kejadian itu petugas mengamankan 2 pelaku masih remaja. Yakni S (21) dan R (17) warga Kabupaten Ngawi. 

Baca juga: Viral Pencurian Minimarket di Ngawi: Modus Unik Emak-emak Sembunyikan Susu Formula di Balik Gamis

Dua Pelaku Diamankan

Wakapolres Ngawi Kompol Rizki Santoso mengungkapkan, motif sementara pengeroyokan adalah kedua pelaku ikut ikutan, dan spontanitas berbuat tindakan tersebut.

“Ada kegiatan kumpul-kumpul dengan teman sesamanya, saat melintas tiba tiba terjadi pengeroyokan,” ungkap Kompol Rizki, ditemui di Mapolres Ngawi Selasa sore (7/4/2026).

Baca juga: Tak Kuat Menanjak, Truk Tabrak Mundur 2 Kendaraan di Ngawi, 1 Orang Kehilangan Nyawa 

Ia membeberkan, kedua tersangka juga mengaku di bawah pengaruh minuman keras, hingga mabuk dan melakukan perbuatan kekerasan.

Dipicu Miras dan Ikut-ikutan

“Kami imbau kepada masyarakat, khususnya orang tua tidak henti-hentinya memberikan pesan untuk anaknya, menjauhi minuman keras, karena bisa memicu perilaku negatif,” bebernya.

“Hindari perkumpulan yang sifatnya mengajak kekerasan yang dapat memicu perkelahian antar kelompok,” imbuhnya.

Terkait kondisi korban, Kompol Rizki menyebut sudah sehat dari pasca insiden itu. Serta tidak mengalami luka serius.

“Sudah dibawa ke puskesmas terdekat dan mendapatkan penanganan lebih lanjut,” tandasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved