Breaking News:

Berita Surabaya

1.389 Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Tiba di Surabaya, PT KAI Tegaskan Bukan Pemudik

1.389 penumpang kereta api jarak jauh tiba di sejumlah stasiun di Surabaya, PT KAI tegaskan mereka bukan pemudik.

TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
Penumpang KA Dhoho tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, Senin (17/5/2021). 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Empat hari setelah Hari Raya Idul Fitri 1442 H, tepat pada Senin (17/5/2021), sebanyak 1.389 penumpang kereta api (KA) jarak jauh tiba di Surabaya melalui kedatangan Stasiun Gubeng dan Stasiun Pasar Turi.

PT KAI Daop 8 Surabaya mengklaim, 1.000 lebih penumpang KA jarak jauh yang hari ini datang di Surabaya bukanlah pemudik.

"Hingga hari ini sendiri kami (PT KAI Daop 8 Surabaya) masih memberlakukan aturan perjalanan KA jarak jauh sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 dan Surat Direktur Jenderal Perkeretaapian Nomor HK.701/1/10/DJKA/2021 pada 30 April 2021," ujar Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif kepada TribunJatim.com, di Stasiun Gubeng Surabaya, Senin (17/5/2021).

Berkaca dari hal itu, lanjutnya, penumpang KA jarak jauh yang dilayani pada hari ini bukanlah pemudik.

Dia juga menambahkan, dalam SE Nomor 13 sendiri, untuk rentetan aturan dan syarat yang wajib dipenuhi bagi penumpang KA jarak jauh sangatlah banyak.

Kata Luqman, masyarakat yang diperbolehkan menggunakan kereta api adalah pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan nonmudik yaitu untuk bekerja/perjalanan dinas, kunjungan keluarga sakit, kunjungan duka anggota keluarga meninggal, ibu hamil yang didampingi oleh 1 (satu) orang anggota keluarga, dan kepentingan nonmudik tertentu lainnya yang dilengkapi surat keterangan dari kepala desa/lurah setempat.

Sementara bagi pegawai instansi pemerintahan/ASN/BUMN/BUMD/prajurit TNI/anggota Polri, syaratnya adalah wajib memiliki print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik pejabat setingkat Eselon II, serta identitas diri calon pelaku perjalanan.

Adapun bagi pegawai swasta, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari pimpinan perusahaan. Sedangkan bagi pekerja sektor informal dan masyarakat umum nonpekerja, wajib melampirkan print out surat izin perjalanan tertulis yang dilengkapi tanda tangan basah atau elektronik dari kepala desa/lurah setempat.

Baca juga: Masyarakat Manfaatkan Kereta Api Lokal, Tidak Ribet Keluar Kota Lewat Penyekatan Mudik 2021

Begitupun untuk surat izin perjalanan tertulis bagi pelaku perjalanan mendesak untuk kepentingan nonmudik, yang berlaku secara individual, untuk 1 kali perjalanan pergi-pulang, serta bersifat wajib bagi pelaku perjalanan yang berusia 17 tahun ke atas.

Halaman
12
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved