Breaking News:

Berita Magetan

Diduga Rebutan Wisatawan, Mojosemi Park dan Warga Sarangan Berkonflik, Polisi Selidiki Penyebar Hoax

Rebutan wisatawan antara warga Sarangan dan pengelola Mojosemi Forest Park yang dipicu berita hoax dan viral di media sosial, berujung laporan ke Polr

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Ndaru Wijayanto
Instagram.com/@mojosemiforestpark
Mojosemi Forest Park, lokasi dinosaurus yang videonya viral di media sosial. Pada video itu, seekor dinosaurus Triceratops diturunkan dari truk dan dijinakkan oleh beberapa orang. 

Reporter: Doni Prasetyo I Editor: Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MAGETAN - Rebutan wisatawan antara warga Sarangan dan pengelola Mojosemi Forest Park yang dipicu berita hoax dan viral di media sosial, berujung laporan ke Polres Magetan.

Kasus rebutan ini hampir saja membuat ricuh antara warga dan pengelola Mojosemi Farest Park. Untung aparat setempat berhasil menengahi.

"Konflik horisontal berhasil kami selesaikan dan reda. Hampir saja terjadi ricuh, untung aparat kita tanggap,"kata Kapolsek Plaosan, Resor Magetan AKP Muhammad Munir Palevi kepada TribunJatim.com, Senin (17/5).

Menurut munir, konflik horisontal meski sudah selesai, masing masing bisa memaklumi beredarnya berita hoax tersebut. Namun proses hukum akan tetap ditempuh.

"Kasus gegernya warga Sarangan dan pengelola Forest Park sudah selesai. Namun kasus hukumnya tetep kami teruskan ke Polres Magetan,"ungkap Kapolsek Muhammad Munir Palevi.

Dikatakan kasus itu bermula, pengumuman hoax yang dibuat salah seorang wakil direksi Mojosemi Forest Park dan di sebar lewat medsos IG dan FB, mulai Minggu (9/5-2021) lalu yang konon memuat obyek wisata Sarangan tutup.

"Tujuan pembuat pengumuman hoax itu agar wisatawan yang berniat ke Telaga Pasir Sarangan, mengurungkan niat dan berkunjung ke Mojosemi Forest Park,"kata Munir.

Sementara Ketua Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Patriot, Noorman Susanto, menyebutkan kontribusi obyek wisata Sarangan dan Mojosemi Forest Park, jelas wisata Sarangan yang punya kontribusi besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Magetan.

"Selain besarnya kontribusi Obyek wisata Sarangan ke PAD Magetan, berapa ribu jiwa pelaku wisata warga Kabupaten Magetan, hidup dan terlibat. Kalau Mojosemi Forest Park hanya perhutani dan pemiliknya dan beberapa karyawan, tapi kontribusi besar tetep wisata Sarangan,"kata Noorman.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan Joko Trihono menyebut kasus itu sudah selesai. Disparbud sudah berusaha menengahi dan berusaha meredam agar Sarangan tetap kondusif.

"Sudah selesai, bahkan Sarangan dalam musim libur ini ada kenaikkan pengunjung lebih 10 persen. Soal perizinan Mojosemi Forest Park, sekarang izin cukup di level ADM, tidak ke Kementrian Kehutanan lagi," kata kata Joko Trihono.

Terus kontribusi Mojosemi Forest Park, karena ada parkir, rumah makan, masuknya lansung ke DPPKAD (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) tidak ikut di Disparbud," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved