Berita Jatim
Dima Djani, Anak Santri yang Sukses Beli Bank Setelah Bikin Startup Alami
Ungkapan “panggilan hati memang tidak bisa dibohongi” sangat dibenarkan oleh CEO ALAMI, Dima Djani
Penulis: Fikri Firmansyah | Editor: Januar
Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Januar AS
TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Ungkapan “panggilan hati memang tidak bisa dibohongi” sangat dibenarkan oleh CEO ALAMI, Dima Djani.
Meski sudah memiliki pencapaian yang terbilang tinggi hingga menduduki posisi Vice President di sebuah entitas investment banking global bernama Societe Generale, selalu ada yang mengganjal dihatinya.
“Saya memang tertarik dengan bidang keuangan, tapi yang berprinsip syariah,” kata Dima, Selasa (18/5/21).
Karena itu, Dima tidak berpikir panjang lagi, begitu mendapat kesempatan mendirikan entitas keuangan syariah.
Setelah melalui berbagai pertimbangan dan proses yang matang, dia pun mengambil langkah besar dengan mendirikan suatu startup teknologi di bidang keuangan syariah, ALAMI, bersama Bembi Juniar dan Harza Sandityo pada awal 2018 lalu.
“Di ALAMI kami menyebutnya hijrah finansial. Mengikuti kata hati bukan berarti tidak ada masalah dalam perjalanannya, tetapi rintangan bisa kami lalui karena memiliki kecintaan yang besar dalam menjalaninya,” ujar Dima.
Dima menyadari ketertarikannya terhadap prinsip ekonomi syariah bukanlah hal yang datang begitu saja. Hal ini didapat sejak dirinya masih “nyantri” di Islamic boarding school Al-Kausar, Sukabumi.
Meski terdengar klise, baginya prinsip ekonomi syariah tidaklah hanya sekedar bisnis mencari keuntungan semata, tapi juga mengandung nilai-nilai kebaikan yang dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Kini, diumurnya yang mendekati empat tahun, ditangan Dima, ALAMI telah menjelma menjadi salah satu fintek peer to peer lending syariah terdepan di Indonesia.
Bahkan, dalam periode tahun kedua pandemi COVID-19 yang menyentuh hampir semua sektor bisnis, Dima mengklaim kinerja ALAMI justru melaju kian cepat.
Dima menyebut, saat ini, kenaikan pendana ALAMI tumbuh 1.000% dibanding kuartal I 2020.
Pada kuartal I tahun 2021, ALAMI juga mencatat penyaluran pendanaan sebesar Rp 200 miliar.
Baca juga: Teriak Tangis Anak Jalanan Lihat Temannya Tewas Terlindas Truk di Lamongan, Korban Luka Parah
Penyaluran pinjaman pun diikuti dengan kualitas rasio kredit macet atau (non performing financing) NPF yang saat ini masih 0%.
Selain berfokus menjamin adanya penyaluran kredit, ALAMI juga fokus berkolaborasi memperlebar jangkauannya dengan kolaborasi strategis bersama startup seperti eFishery (sektor perikanan/kelautan) dan BukaPengadaan dari Bukalapak (sektor e-procurement).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/dima-djani-ceo-alami.jpg)