KPK OTT Bupati Nganjuk
MAPAK Desak Pemkab Copot Baliho dan Spanduk Bergambar Bupati Nganjuk yang Terkena OTT KPK
MAPAK desak pemkab copot baliho dan spanduk bergambar bupati Nganjuk yang terkena OTT KPK dan Bareskrim Polri.
Penulis: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Masyarakat Peduli Anti Korupsi (MAPAK) Kabupaten Nganjuk desak Pemkab Nganjuk menurunkan sejumlah baliho dan spanduk bergambar Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat.
Ini setelah masih adanya sejumlah baliho sosialisasi berbagai program kegiatan Pemkab Nganjuk gambar Novi Rahman Hidhayat dinilai sudah kurang relevan pasca terkena operasi tangkap tangan (OTT) dugaan jual beli jabatan dan pengisian perangkat desa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bareskrim Polri.
Ketua LSM MAPAK Kabupaten Nganjuk, Supriyono mengatakan, pihaknya merasakan hati masyarakat Kabupaten Nganjuk yang kurang enak apabila gambar Novi Rahman Hidhayat masih terpasang.
Karena bagaimanapun, Novi Rahman Hidhayat setelah menjadi tersangka dugaan korupsi jual beli jabatan dan pengisian perangkat desa hingga ditahan Bareskrim Polri dan KPK cukup menyakitkan masyarakat Kabupaten Nganjuk.
"Masyarakat Nganjuk merasa prihatin atas tindakan Pak Novi yang telah melakukan dugaan korupsi. Dan ini menjadi pengalaman buruk kedua dalam pemerintahan di Kabupaten Nganjuk setelah bupati sebelumnya juga terkena OTT KPK," kata Supriyono, Kamis (20/5/2021).
Dijelaskan Supriyono, sebetulnya MAPAK sejak lama sudah mencium adanya dugaan praktik jual beli jabatan di lingkup Pemkab Nganjuk. Namun pihaknya kesulitan untuk mendapatkan bukti karena rapinya informasi tentang praktik yang masuk kategori korupsi setelah adanya penyalahgunaan wewenang untuk memperkaya diri sendiri.
Baca juga: Soal OTT Bupati Nganjuk, Wabup Blitar Ungkap Ada Kejanggalan, Sekaligus Imbau Pejabat Lain
"Tapi rupanya praktik dugaan korupsi jual beli jabatan itu bisa dibongkar KPK dan Bareskrim Polri yang melakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidhayat. Kami tentunya mengapresiasi tinggi KPK dan Bareskrim Polri," ucap Supriyono.
Untuk itu, dikatakan Supriyono, MAPAK Kabupaten Nganjuk berharap praktik korupsi, baik itu jual beli jabatan di lingkup Pemkab Nganjuk ataupun praktik-praktik kotor lainnya di Kabupaten Nganjuk tidak terjadi lagi. Karena bagaimanapun, dengan terbongkarnya dugaan korupsi jual beli jabatan di Pemkab Nganjuk tersebut saat ini telah menurunkan citra Kabupaten Nganjuk.
"Kami mengharap kasus korupsi tidak terjadi lagi di Kabupaten Nganjuk. Dan kami siap untuk terus ikut mengawasi dan sebisa mungkin mengingatkan agar praktik korupsi tidak terjadi lagi di Kabupaten Nganjuk," tutur Supriyono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/baliho-sosialisasi-program-pembangunan-pemkab-nganjuk-bergambar-bupati-novi-rahman-hidhayat.jpg)