Breaking News:

Berita Probolinggo

Bapak Pelaku Lempar Nasi Soto Kiai Ponpes Genggong Minta Maaf

Kasus pelemparan nasi soto yang dialami oleh pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Kiai Ahsan Qomaruz Zaman

Penulis: Tony Hermawan | Editor: Yoni Iskandar
tony hermawan/Tribunjatim
Kapolres Probolinggo, Ferdy Irawan bersama Kiai Ahsan Qomaruz Zaman ketika berada di Halaman Mapolres Probolinggo, Jumat (21/5/2021). 

Reporter : Tony Hermawan | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Kasus pelemparan nasi soto yang dialami oleh pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong Probolinggo, Kiai Ahsan Qomaruz Zaman akhirnya menemui titik terang.

Dalam konferensi pers yang digelar Polres Kabupaten Probolinggo, disebutkan bahwa
M Hasanudin (28) pelaku pelemparan nasi soto dinyatakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

Dalam rilis tersebut datang juga bapak pelaku yakni Mahfud. Secara terbuka dirinya mewakili anaknya meminta maaf kepada semua pihak.

"Saya mohon maaf jika anak saya telah membuat kegaduhan," kata Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan, dirinya akan segera melakukan rehabilitas Hasan, ke Rumah Sakit Jiwa di Malang.

"Insyaallah menunggu hasil pemeriksaan terakhir dan kalau sudah keluar kami akan bawa langsung," ucapnya.

Baca juga: Polres Probolinggo Tak Melanjutkan Kasus Lempar Nasi Sotoke Kiai Ponpes Zainul Hasan Genggong

Dikatakan Mahfud, sebelumnya dia juga sering membawa anaknya ke rumah sakit tersebut. Namun pengobatannya hanya sebatas rawat jalan saja.

Mahfud juga menyampaikan, bahwa anaknya diketahui mengalami gangguan jiwa semenjak menduduki sekolah kelas 1 SMP.

Selama itu, Mahfud selaku orang tua tidak pernah putus asa ikhtiar mencari pengobatan terbaik untuk anaknya. Bahkan, suatu waktu Hasan sempat dibawa ke Jakarta untuk diobati. Namun hasilnya pengobatan tidak siginifikan sembuhnya.

"Sempat kita bawa ke kiai di Kecamatan Paiton dan sempat sehat, dan 3 bulan setelahnya gangguan jiwanya kambuh lagi," tuturnya.

Adanya peristiwa tersebut sangat membuat Mahfud sangat kaget. Karena sebelumnya tidak pernah ada korban dari gangguan jiwa yang dialami anaknya.

"Saya sangat kaget karena tidak pernah menyangka akan seperti ini," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Berita tentang  Polres Probolinggo

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved