Gempa di Blitar
Update Gempa Blitar 6,2 SR yang Terasa di Kabupaten Malang, 287 Rumah Terdampak Alami Kerusakan
Update gempa Blitar 6,2 SR yang terasa hingga di Kabupaten Malang, 287 rumah tercatat terdampak alami kerusakan. Mayoritas rusak ringan dan sedang.
Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengkonfirmasi gempa bumi berkekuatan 6,2 SR yang berpusat di Kabupaten Blitar menimbulkan sejumlah kerusakan di Kabupaten Malang.
Ratusan rumah rusak akibat gempa.
Kerusakan ini merupakan akumulasi dari kerusakan gempa yang terjadi pada 10 April 2021 lalu.
Pada sebelumnya, gempa bumi bermagnitudo 7,1 menimbulkan kerusakan masif di sejumlah wilayah Kabupaten Malang.
”Mayoritas tergolong rusak ringan dan sedang. Juga ada sejumlah bangunan yang bertambah rusak, karena sebelumnya sudah terdampak pasca gempa pertama April lalu. Data termutakhir per 22 Mei 2021 malam pukul 22.00 WIB 287 rumah terdampak alami kerusakan,” ujar Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono ketika dikonfirmasi, Minggu (23/5/2021).
Menurut Sadono, bangunan yang terdampak gempa ini tersebar di 14 wilayah Kabupaten Malang, seperti Kecamatan Ampelgading, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Dampit, Kalipare, Jabung, Pagak, Donomulyo hingga Poncokusumo.
Sadono menambahkan, BPBD Kabupaten Malang menerima informasi terdapat 1 orang luka-luka dalam gempa ini.
Korban dikabarkan hanya mengalami luka ringan karena tertimpa plafon yang runtuh.
Korban luka tersebut diketahui merupakan warga Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang.
Baca juga: 16 Kecamatan Terdampak Gempa Bumi 6.2 SR, 112 Bangunan di Kabupaten Blitar Rusak
Di sisi lain, perasaan trauma masih menyelimuti benak warga Desa Majang Tengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang seusai gempa 6,2 SR mengguncang pada Jumat (21/5/2021) malam.
Setelah gempa mengguncang, warga memilih tidak tidur dan berjaga di halaman luar rumah.
Nurhalimah, warga Desa Majang Tengah, bercerita gempa yang terjadi terasa kuat.
"Meski tak sekencang gempa yang lalu (10 April 2021) ini juga terasa kuat, apalagi kami juga trauma rasakan gempa," beber wanita yang akrab disapa Ima itu.
Saat gempa menerjang, warga berteriak hingga berhamburan keluar.
Setelah itu, anak-anak ditenangkan orang tuanya dan tidur di luar rumah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, ada rumah warga tampak mengalami kerusakan baru. Terlihat serpihan tembok dan semen berada di lantai.
"Rumah sebelah ini retakan temboknya semakin rengat (lebar)," jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/kerusakan-akibat-gempa-blitar-yang-terasa-hingga-di-desa-majang-dampit-kabupaten-malang.jpg)