Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Apotek Online Lifepack

Mengenal Kutu Kemaluan yang Bentuknya Mirip Kepiting, Lakukan 7 Hal Ini Kalau Terinfeksi

Mengenal kutu kemaluan bareng dr Felicia Puspita, S.Ked. Bentuknya mirip kepiting, mengonsumsi darah penderitanya untuk bertahan hidup.

Editor: Hefty Suud
Shutterstock by staras
ILUSTRASI - Gejala dan cara mengobati kutu kemaluan. 

TRIBUNJATIM.COM - Kutu kemaluan dengan nama ilmiah Phthirus pubis merupakan jenis parasit kecil yang hidup pada rambut kemaluan.

Bentuknya mirip kepiting dan mengonsumsi darah penderitanya untuk bertahan hidup.

Selengkapnya mengenai kutu kemaluan akan dibahas dalam artikel yang disajikan dr Felicia Puspita, S.Ked.

Informasi

Kutu di kemaluan hidup di daerah kemaluan namun dapat menyebar ke area tubuh lain yang memiliki rambut, misalnya ketiak, kumis atau kepala.

Untuk diketahui, kutu kelamin dapat bertahan hidup selama 1 hingga 2 hari di luar tubuh tanpa pasokan makanan apa pun.

ILUSTRASI - Kutu kemaluan
ILUSTRASI - Kutu kemaluan (Shutterstock by David Jara Bogunya)

Gejala

Pada sebagian besar kasus, infeksi kutu kemaluan biasanya tidak menimbulkan gejala.

Gejala yang paling sering dikeluhkan oleh penderita kutu kemaluan adalah rasa gatal.

Rasa gatal ini disebabkan oleh reaksi alergi terhadap air liur kutu.

Gatal yang disebabkan oleh gigitan kutu kemaluan mungkin sangat intens. Ciri-ciri terkena kutu kemaluan:

●       Perasaan menggelitik seperti ada sesuatu yang bergerak di rambut

●       Ditemukan telur kutu atau kutu dewasa pada rambut kemaluan

Jika tidak mendapatkan penanganan yang tepat, kutu kemaluan dapat menyebabkan infeksi maupun gejala iritasi pada kulit hingga perubahan warna kulit.

Selain itu, dapat muncul beberapa gejala lain seperti:

●       Bintik-bintik berwarna pucat pada area gigitan kutu

●       Lemas

●       Demam namun tidak terlalu tinggi

Penyebab

Cara penularan utama kutu kemaluan adalah dari orang ke orang melalui kontak seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi.

Pada sebagian kecil kasus, kutu kemaluan dapat menular melalui tempat tidur atau pakaian.

Kutu kemaluan memiliki tiga tahap kehidupan yaitu telur, nimfa, dan dewasa.

Kutu betina akan bertelur kira-kira 30 butir selama rentang hidup 3-4 minggu.

Biasanya kutu betina akan meletakkan 1 hingga 2 telur setiap harinya.

Telur akan diletakkan pada batang rambut. Telur akan menetas setelah sekitar 1 minggu dan menjadi nimfa, kemudian akan berkembang menjadi kutu dewasa dalam waktu 2 hingga 3 minggu.

Diagnosis 

Diagnosis infeksi kutu kemaluan pada sebagian besar kasus dapat ditetapkan apabila pada saat pemeriksaan fisik ditemukan telur atau kutu dewasa yang melekat pada rambut di daerah kemaluan.

Jika dokter menemukan telur atau kutu dewasa di daerah kemaluan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan di beberapa tempat lain yang berpotensi memiliki kutu juga.

Daerah tersebut adalah daerah yang berambut seperti ketiak, kumis, rambut pada dada, hingga kepala. Kutu dewasa berukuran sekitar 0,8mm hingga 1,2mm.

Pengobatan

Obat yang sering digunakan untuk mengobati kutu kemaluan, antara lain:

●       Permethrin 1% yang mengandung pyrethrins dan piperonyl butoxide merupakan obat pembunuh kutu. Produk ini dapat dibeli tanpa resep dokter di toko obat atau apotek. Gunakan obat ini sesuai dengan petunjuk yang terdapat pada kemasan atau label obat. 

●       Shampo lindane adalah obat yang dapat membunuh kutu dan telur kutu. Namun, obat ini tidak direkomendasikan sebagai terapi lini pertama. Lindane dapat menjadi racun bagi otak dan bagian lain pada sistem saraf, sehingga penggunaannya harus dibatasi dan dilakukan dalam pengawasan dokter.

●       Malathion 0.5% merupakan obat yang dapat membunuh kutu dan beberapa telur kutu. Namun, penggunaannya masih dibatasi dan harus digunakan dengan petunjuk dokter.

Beberapa hal yang dapat membantu pengobatan kutu kemaluan:

●       Bersihkan secara teratur daerah yang terinfeksi kutu kemaluan

●       Gunakan lotion atau shampo anti kutu

●       Bersihkan kutu dengan bantuan alat bantu seperti tweezers atau sisir khusus untuk telur kutu

●       Gunakan pakaian dalam dan pakaian baru yang bersih

●       Periksa semua anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah. Siapa pun yang tidur di ranjang yang sama dengan penderita kutu kemaluan harus mendapatkan pengobatan, meskipun tidak ditemukan telur atau kutu.

●       Cuci pakaian, seprei, dan handuk yang digunakan oleh penderita menggunakan air panas kemudian jemur di tempat yang panas.

●       Benda yang tidak dapat dicuci menggunakan air, dapat disimpan dalam kantong plastik selama 2 minggu.

Pengobatan dapat diulang setelah 9 hingga 10 hari jika kutu masih tetap ditemukan. Apabila infeksi kutu kemaluan yang terjadi pada Anda tidak membaik dengan obat yang dapat digunakan tanpa resep dokter, konsultasikan kepada dokter agar mendapatkan pilihan pengobatan yang tepat. Anda dapat melakukan konsultasi dengan aman bersama dokter profesional di Lifepack.

Pencegahan

Hal yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan kutu kelamin adalah:

●       Hindari melakukan kontak seksual dengan seseorang yang sedang mengalami infeksi kutu kemaluan

●       Hindari kontak seksual dengan penderita kutu kemaluan yang masih dalam pengobatan

●       Hindari penggunaan bersama beberapa hal seperti baju, seprai, sarung bantal, handuk, serta pakaian dalam.

Ingin berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai kesehatan? Unduh aplikasi Lifepack. Tebus resep obat, bebas antri. Tersedia melalui Google Play Store maupun App Store

Referensi:

Centers for Disease Control and Prevention. Pthiriasis. CDC website. 2018 [online]
Guenther LCC. What are the signs and symptoms of pthriasis (lice infestation)?. Medscape website. 2019 [online]
Anderson AL, Chaney E. Pubic Lice (Pthirus pubis): History, Biology and Treatment vs Knowledge and Beliefs of US College Students. Int J Environ Res Public Health. 2009;6(2):592-600
Guenther LCC. Pediculosis and Pthiriasis (Lice Infestation). Medscape website. 2021 [online]
Nazario B. Pubic Lice (crabs) treatment. WebMD website. 2020 [online]
Sumber foto: Unsplash.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved